SportlinkNews - Terdapat kontroversi seputar gol Olympiacos yang menjuarai Final Liga Conference. Namun para pemain Fiorentina juga bersalah karena berhenti mengeluh daripada fokus bermain.
Trofi ditentukan pada menit ke-116, menjelang perpanjangan waktu di Athena, Kamis (30/5) dini hari. Pencetak gol terbanyak turnamen Ayoub El Kaabi mendahului Luca Ranieri untuk mencetak gol ke tiang dekat.
Sesaat sebelum itu, umpan silang awal berhasil dipotong oleh Nikola Milenkovic yang terlihat dilanggar oleh El Kaabi.
Baca Juga: Atalanta Juara Liga Europa, Penantian 25 Tahun Klub Italia di Kancah Eropa Berakhir
Wasit Artur Soares Dias membunyikan peluit seolah hendak memberikan tendangan bebas lalu berubah pikiran.
Pemain Fiorentina, Alfred Duncan, Rolando Mandragora dan Ranieri semuanya melebarkan tangan dan mengeluh kepada wasit karena tidak ada tendangan bebas yang diberikan.
Ketika pergerakan berlanjut, umpan silang Santiago Hezze lainnya masuk dan El Kaabi berhasil menyelesaikannya.
Baca Juga: Hati-hati! Ini 7 Makanan yang Berbahaya untuk Anak di Bawah 5 Tahun
Ada pemeriksaan VAR yang sangat lama sebelum gol diberikan, namun itu hanya untuk potensi offside dan bukan kemungkinan pelanggaran terhadap Milenkovic.
Meskipun Fiorentina dapat berargumentasi bahwa tendangan tersebut seharusnya merupakan tendangan bebas, mereka gagal memainkannya hingga peluit berbunyi dan menghentikan umpan silang kedua yang lebih berbahaya.
Pelatih Fiorentina, Vincenzo Italiano mengakui kekalahan di Final Liga Konferensi dari Olympiacos lebih menyakitkan dibandingkan tahun lalu. “Kami sangat percaya kali ini. Itu menyakitkan," kata Vincenzo Italiano.
Baca Juga: Mengapa Kaus Timnas Jerman Warna Putih, Padahal Bukan Warna Benderanya
Tim Tuscan berharap untuk menggunakan pengalaman musim lalu, ketika mereka kalah di Final Liga Conference dari West Ham United dan Final Coppa Italia dari Inter, untuk mendapatkan penebusan di Athena.
Namun, mereka dikalahkan untuk kedua kalinya berturut-turut dengan trofi berada di tepi lapangan dan sekarang mungkin mulai menjadi beban psikologis di pundak mereka.
Artikel Terkait
Meski Berprestasi di Getafe, Mason Greenwood akan Tetap Dijual Man United
11 Pemain Top Absen di Euro 2024 Termasuk Bintang Arsenal, Real Madrid, dan Manchester City
Mikel Arteta Jadi Pelatih Terbaik Liga Inggris, Lorena Mencuri Perhatian
Kombinasi Kappa dan Big Mamma Untuk Kapsul Kolaborasi Budaya Olahraga
Persija Jakarta Vs PSIS Semarang, Laga Perpisahan Maman Abdurrahman