Luciano Spalleti Bukan Harry Potter, Tidak Punya Tongkat Ajaib

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 30 Juni 2024 | 22:23 WIB
Luciano Spalletti akan tetap memimpin Italia hingga Piala Dunia 2026 (football italia)
Luciano Spalletti akan tetap memimpin Italia hingga Piala Dunia 2026 (football italia)

SportlinkNews - Luciano Spalletti telah dikukuhkan sebagai pelatih kepala Italia hingga Piala Dunia 2026. Tetapi tersingkirnya Azzurri dari Euro 2024 adalah karena keputusannya. Bukan karena kurangnya bakat para pemainnya, tulis Lorenzo Bettoni.

Luciano Spalletti akan tetap memimpin Azzurri hingga Piala Dunia 2026, yang mana Azzurri jelas terpaksa lolos setelah absen di dua edisi berturut-turut.

Presiden CT dan FIGC Gabriele Gravina mengadakan konferensi pers pada hari Minggu (30/6) sehari setelah kekalahan telak 2-0 dari Swiss, untuk menjelaskan eliminasi dan keputusan yang salah serta untuk mengonfirmasi bahwa Azzurri tidak akan mengganti pelatih.

Baca Juga: Euro 2024: Pelatih Azzurri Luciano Spalletti Sebut Timnya Berada di Bawah Standar dan Swiss Layak Menjadi Pemenang

"Meski tampil buruk dan tersingkir di Jerman, saya yakin mengonfirmasi Spalletti adalah keputusan yang tepat," kata Gravina dilansir football italia.

Mantan bos Napoli ini baru memimpin kurang dari setahun dan dia baru saja memimpin 10 pertandingan Azzurri sebelum Euro.

Siapa pun yang mengira pelatih seperti pelatih asal Tuscan itu mampu membalikkan keadaan dalam waktu sesingkat itu pasti salah mengira dia adalah Harry Potter. Luciano Spalletti tidak punya tongkat ajaib.

Baca Juga: Italia Kalah Memalukan dari Swiss, Spalletti Dalam Tekanan

"Ada masalah struktural di sepak bola Italia dan kami baru menyadarinya hari ini. Dibutuhkan lebih dari sekedar pelatih untuk membawa sepak bola Italia kembali ke puncak, namun seperti yang telah kami sebutkan pada hari Sabtu, beberapa kemajuan telah dicapai oleh klub-klub Serie A, yang tentunya tidak dapat disalahkan atas kegagalan Italia di EURO," ungkapnya.

Tim Italia ini bukanlah tim yang paling bertalenta di turnamen ini dan sangat tidak berpengalaman, dengan 15 pesepakbola yang belum pernah bermain di turnamen internasional sebelumnya.

Namun, pada saat yang sama, terdapat sembilan juara Eropa dari tiga tahun sebelumnya, termasuk pemenang Serie A Alessandro Bastoni dan Nicolò Barella, yang juga memainkan Final Liga Champions bersama Inter setahun yang lalu.

Baca Juga: Pentingnya Dukungan Psikolog Olahraga bagi Atlet, Pendampingan Sport Science KONI Pusat ke Pelatnas PBSI

Demikian pula Gianluca Scamacca memenangkan Liga Europa bersama Atalanta pada bulan Mei, sementara Federico Chiesa – meskipun mengalami pasang surut di Juventus – adalah salah satu pemain outfield paling berbakat yang dimiliki Italia dalam dekade terakhir.

Wajar jika Luciano Spalletti tetap memimpin tim, namun pada saat yang sama, kita tidak bisa tidak menyalahkan CT atas tersingkirnya tim yang menyakitkan ini.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: football italia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X