Tuntut Lionel Messi karena Nyanyian Rasialisme, Pejabat Argentina Malah Dipecat

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Kamis, 18 Juli 2024 | 22:45 WIB
Setelah menuntut Lionel Messi meminta maaf untuk aksi rasialisme rekan-rekannya, pejabat Argentina malah dipecat. (Instagram.com/leomessi)
Setelah menuntut Lionel Messi meminta maaf untuk aksi rasialisme rekan-rekannya, pejabat Argentina malah dipecat. (Instagram.com/leomessi)

“Begitu juga AFA (Federasi Sepak Bola Argentina). Saya pikir ini tidak layak. Hal itu membuat negara kita berada dalam posisi yang buruk,” tambahnya.

Baca Juga: EURO dan Copa America 2024 Sudah Selesai, Timnas Indonesia Dapat Berkah Kenaikan Peringkat di Ranking FIFA

Tindakan rasialisme ini juga memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Prancis, yang berencana mengajukan komplain hukum kepada FIFA dan AFA.

FIFA dan Chelsea pun mulai menginvestigasi dugaan pelanggaran ini, dengan Chelsea menyatakan akan menerapkan sanksi internal jika terbukti.

Akibat insiden tersebut, beberapa pemain Chelsea asal Prancis bahkan meng-unfollow akun Instagram Fernandez.

Baca Juga: Gencarkan Even Olahraga Taman Impian Jaya Ancol Gelar Jakarta International Sailing Championship 2024

Namun, dampak paling mengejutkan justru dirasakan oleh Garro. Politisi Partai Republik asal La Plata ini kehilangan jabatannya sebagai Wakil Sekretaris Bidang Olahraga Nasional.

Presiden Argentina, Javier Millei, memutuskan untuk memberhentikan Garro setelah pernyataannya yang dianggap 'memaksa' Messi atau pemain lain untuk meminta maaf atas tindakan yang belum terbukti.

"Tidak ada (pejabat) pemerintah yang dapat menyuruh timnas Argentina, juara dunia dan Copa America dua kali, apa yang harus dikatakan, dipikirkan, atau dilakukan, atau kepada warga negara yang lainnya."

Baca Juga: Menpora Dito Ariotedjo Luncurkan Logo dan Maskot Peparnas XVII 2024 di Solo

"Untuk alasan ini, Julio Garro diberhentikan sebagai Wakil Sekretaris Bidang Olahraga Nasional," demikian bunyi pengumuman resmi dari akun Oficina del Presidente atau Kantor Kepresidenan Republik Argentina.

Kontroversi ini bermula ketika sejumlah pemain Timnas Argentina menyanyikan lagu bernada rasialis dalam bus tim pada 15 Juli 2024 lalu.

Nyanyian tersebut dianggap menghina pemain Prancis dengan kata-kata yang sangat ofensif, mengacu pada asal usul etnis dan orientasi seksual.

Baca Juga: Jake Paul Gertak Mike Perry: Kau Akan Jatuh Rata dengan Tanah!

Sementara banyak pihak mengecam nyanyian tersebut sebagai tindakan rasialis, ada juga yang menilai bahwa tidak ada unsur rasialisme di dalamnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: Fox Sports

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasib Tragis N'Golo Kante di Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:17 WIB
X