Sebaliknya, Manchester United masih berada dalam masa transisi ketika Ten Hag datang pada 2022.
Baca Juga: Satu Kartu Merah dan 12 Gol Tercipta di Laga Keras Futsal Sumut vs Sulbar
Klub ini mengalami banyak perubahan dalam beberapa musim terakhir, baik dari segi pemain maupun taktik permainan.
Para pemain yang ada dalam skuad The Red Devils terdiri dari campuran antara pemain berpengalaman dan sejumlah pemain baru yang belum sepenuhnya padu.
Ini menuntut Ten Hag untuk membangun kembali tim dari awal, proses yang jelas memakan waktu dan tidak bisa dilakukan dengan instan.
Erik ten Hag mengungkapkan bahwa ia tidak menyesali keputusan untuk mengambil alih Manchester United meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar.
Namun, ia juga tidak menutupi bahwa membangun struktur permainan yang solid di tengah-tengah pergantian pemain adalah hal yang sangat sulit.
Ini berbeda dengan Liverpool, di mana kerangka tim sudah terbentuk dengan baik berkat upaya Klopp yang kini bisa dilanjutkan oleh Slot.
Baca Juga: Organda Sumut Siapkan 250 Bus Demi Kelancaraan Transportasi Peserta Selama PON XXI
Kendati demikian, Ten Hag menegaskan bahwa ia akan terus bekerja keras untuk mencapai hasil terbaik bersama Manchester United.
Ia berharap masa transisi yang sedang dilalui timnya dapat menjadi momentum bagi para pemain untuk tampil di level yang lebih tinggi dan lebih konsisten.
Ten Hag percaya bahwa dengan kerja keras dan kesabaran, Manchester United akan mampu mencapai fondasi permainan yang kuat seperti yang dimiliki oleh Liverpool saat ini.
Baca Juga: Real Madrid Vs Spanyol di Piala Super Spanyol, Ancelotti Kesal dengan Jadwal Padat
Pertandingan melawan Liverpool tentu akan menjadi ujian besar bagi Ten Hag dan timnya.
Artikel Terkait
Update Klasemen PON XXI Aceh-Sumut 2024: Riau Memimpin, Aceh dan Sumut Pecah Telur
Paralimpiade Paris 2024: Fadli Kesulitan Imbangi Wakil Eropa, Fokus 2 Nomor Tersisa
Basket Putra 5x5 Jabar Ditopang 4 Big Man Lawan Tim Tangguh Sulut
Napoli 2-1 Parma: Lukaku Penentu Pada Debutnya bagi Conte
Conte Senang dengan Lukaku di Napoli, tapi Geram soal Aturan Transfer yang Tidak Masuk Akal