Deco menegaskan bahwa kegagalan Blaugrana untuk merekrut Williams bukan disebabkan oleh kendala finansial, melainkan karena mereka sudah memiliki pemain yang cukup di posisi sayap.
Baca Juga: 2 Kali Ditolak Klub Beken Brasil, Sergio Ramos Masih Nganggur
Salah satu nama yang disebut oleh Deco adalah Dani Olmo, pemain anyar yang didatangkan dari RB Leipzig.
Deco menjelaskan bahwa kedatangan Dani Olmo memberikan Barcelona opsi yang lebih luas dibandingkan jika mereka hanya mendatangkan satu pemain sayap lagi.
Selain Olmo, Barcelona juga memiliki Raphinha, Ferran Torres, Ansu Fati, Lamine Yamal, serta Fermin Lopez yang dapat bermain di area sayap.
Baca Juga: Pecahkan Rekor PON, Rajiah Sallsabillah: Berani Bermimpi Besar
"Kami tidak merekrut Nico Williams karena kami sudah memiliki Raphinha, Ferran, Ansu, Lamine, dan Fermin, serta Olmo yang dapat membantu di sektor sayap," ungkap Deco.
Dani Olmo sendiri didatangkan Barcelona dari RB Leipzig dengan nilai transfer pokok sebesar 47 juta euro.
Angka tersebut masih bisa bertambah hingga 60 juta euro tergantung pada bonus-bonus yang terkait dengan performa pemain, seperti jumlah penampilan dan pencapaian tim.
Baca Juga: Cuti Kuliah, Yemima Bayar dengan Emas Sepatu Roda
Kontrak Olmo dengan Barcelona diatur hingga tahun 2030, menandai komitmen jangka panjang Blaugrana terhadap gelandang serba bisa ini.
Kedatangannya dianggap sebagai tambahan strategis untuk skuad Barcelona, di mana ia bisa memberikan kontribusi besar baik di lini tengah maupun sisi serang.
Dengan kegagalan merekrut Nico Williams, Barcelona kini akan mengandalkan skuad yang sudah ada untuk bersaing di musim 2024-2025, sambil berharap bahwa kombinasi pemain sayap dan gelandang yang mereka miliki bisa membawa mereka meraih prestasi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Putra-Putri DKI Jakarta Bertemu Jatim dan Jabar di Semifinal Beregu Tenis Meja
Klasemen Medali PON XXI Aceh-Sumut: Jatim Masih Kokoh di Puncak, Sumut dan Aceh Bersaing
Jadwal Lengkap PON 2024 Wilayah Sumut, Kamis 11 September: Sejumlah Pertandingan Menarik Tersaji
Indonesia Torehkan Sejarah di Paralimpiade 2024, 14 Medali Jadi Modal Menuju Los Angeles
Melawan Batas, Menggapai Emas: Kisah Inspiratif Atlet Dayung Papua Barat