Sportlinknews - Pelatih Cesc Fabregas mengatakan kemenangan Como pantas setelah timnya menaklukkan Verona 3-2. Tapi ia menyesalkan rapuhnya pertahanan dan kurangnya ketajaman klinis.
Setelah awal tanpa kemenangan dalam empat pertandingan pembuka Serie A, Como meraih dua kemenangan berturut-turut atas Atalanta dan Verona, tetapi keduanya merupakan hasil dramatis 3-2.
Pelatih Como Fabregas: "Kami seharusnya bisa mencetak lima atau enam gol di babak pertama."
Baca Juga: Gasperini Kecam Atalanta yang Melempem setelah Kalah 3-2 dari Como
“Kami kebobolan satu gol di menit-menit akhir dan ini tidak bagus,” kata Fabregas dalam wawancara pascapertandingan seperti dikutip Hellas Live.
“Semua orang tahu kami memainkan babak pertama yang hebat dan pantas menang. Namun, kami seharusnya bisa mencetak lima atau enam gol dalam 45 menit pertama. Kami seharusnya menyelesaikan pertandingan lebih awal.
“Kami tidak boleh terus-menerus kebobolan dua gol di setiap pertandingan, jadi kami harus terus menganalisis kesalahan kami dan meningkatkannya.”
Baca Juga: Napoli 2-0 Monza: Tim Conte Rebut Posisi Puncak
Como kebobolan dua gol dalam masing-masing dari dua kemenangan terakhir mereka, serta dalam pertandingan Serie A sebelumnya melawan Bologna yang berakhir dengan hasil imbang 2-2 setelah lawan mereka bangkit di menit-menit akhir.
Lariani telah kebobolan 11 gol dalam enam pertandingan pertama mereka, yang berarti mereka adalah pertahanan terburuk kedua di liga setelah Atalanta.
Namun, mereka juga telah mencetak sembilan gol dalam prosesnya, dengan Cutrone mencatat awal musim yang sangat produktif, mencetak gol sebanyak empat kali.
Baca Juga: Enam Kemajuan Teknologi yang Telah Mengubah Olahraga Pengembangan Karier
“Jika kami bermain baik sebagai sebuah tim, Cutrone akan mendapatkan lebih banyak peluang untuk mencetak gol,” tambah Fabregas.
“Hari ini, tim saya menunjukkan kepribadian yang hebat dan sepak bola yang ingin saya lihat.”
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Tegaskan Target Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Menang Lawan China dan Bahrain
Shayne Pattynama Cedera, Ancaman bagi Timnas Indonesia Jelang Pertandingan Lawan Bahrain
Usai MotoGP Indonesia Jorge Martin Semakin Kuat di Puncak Klasemen Pembalap
Begini Format Kompetisi EPA Liga 1 2024/2025 yang Diikuti 18 Klub Sepak Bola
Bertensi Tinggi, Derby Madrid Sempat Dihentikan
Carlo Ancelotti Menolak Terpuruk Akibat Real Madrid Ditahan Atletico