SportlinkNews - Para operator liga di benua Eropa ramai-ramai menyampaikan keluhannya kepada Komisi Eropa terkait kesewenangan FIFA dalam mengatur jadwal kalender yang padat dan tanpa diskusi lebih dulu.
Para operator liga menyampaikan informasi dan bukti relevan lebih lanjut mengenai dampak buruk yang ditimbulkan oleh perilaku kasar FIFA terhadap liga dan pemain nasional.
"Ini sudah mendekati titik kritis. Umpan balik yang kami terima dari para pemain adalah bahwa sepak bola terlalu banyak dimainkan dan ada perluasan yang konstan."
Baca Juga: Bahrain Ngambek, Minta Pertandingan Tandang di Jakarta Pindah ke Negara Lain
"Liga Premier tidak berubah bentuk. Yang telah berubah selama beberapa dekade terakhir adalah kemajuan kompetisi sepak bola internasional dan regional," ujar Richard Masters, CEO Liga Premier Inggris.
Sementara Luigi De Siervo, CEO Lega Serie A Italia, menyebutkan FIFA dan UEFA terus menambah ukuran kompetisi mereka untuk klub dan tim nasional dan sekarang kita telah mencapai titik jenuh dalam kalender.
"Namun perbedaannya adalah bahwa UEFA telah melakukan konsultasi dengan semua pemangku kepentingan - termasuk liga - dan memutuskannya setelah diskusi yang panjang."
Baca Juga: Real Madrid dan Adidas Luncurkan Koleksi Artist Pack Rancangan Zeta 1970
"FIFA memberlakukan format dan kompetisi baru mereka tanpa diskusi, konsultasi, dan tanpa menerima hubungan apa pun dengan penyelenggara kompetisi lainnya," ungkap Luigi.
Presiden LaLiga Javier Tebas mengatakan para pemain terpapar dampak negatif dari jadwal yang padat. FIFA enggan mempertimbangkan dampak buruknya terhadap ekosistem sepak bola.
"Sangat penting untuk melindungi olahraga kita dan memastikan bahwa keputusan dibuat dengan mempertimbangkan semua pemangku kepentingan sepak bola, bukan secara sepihak," tegas Javier.
Baca Juga: Presiden FIFA Tinjau Lumen Field Seattle yang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Hal sama juga dialami oleh Liga Eredivisie Belanda yang mengatakan FIFA membuat jadwal tanpa berkonsultasi dulu dengan liga dan klub.
"Tidak ada konsensus tentang apa yang dapat ditangani pemain. FIFA memanfaatkan setiap kesempatan untuk memasukkan lebih banyak pertandingan ke dalam kalender,” kata Jan De Jong, CEO Eredivisie Belanda.
Artikel Terkait
Erick Thohir Bakal Evaluasi Timnas Indonesia
Pelatih Persebaya Mengaku Pantau Kondisi Pemainnya yang Memperkuat Timnas
Juventus Gandeng TikTok Gelorakan Sepak Bola Wanita ke Tingkat Global
Serikat Pemain dan Liga Sepak Bola Ajukan Keluhan ke Komisi Eropa atas Kesewenangan FIFA