David Terrier, Presiden FIFPRO Eropa yang berbasis di Prancis menyebutkan FIFA menolak untuk mendengarkan dan melibatkan para pemain, sumber daya tenaga kerja utama industri kami.
"Dalam berbagai diskusi dan kunjungan ke ruang ganti, kami telah menerima pesan bahwa mereka bermain terlalu banyak dan tidak memiliki cukup waktu untuk pulih."
"Menjelang musim terburuk dalam hal beban kerja, banyak juga yang memutuskan untuk berbicara di depan publik dengan pesan yang sama: sudah cukup,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Erick Thohir Bakal Evaluasi Timnas Indonesia
Pelatih Persebaya Mengaku Pantau Kondisi Pemainnya yang Memperkuat Timnas
Juventus Gandeng TikTok Gelorakan Sepak Bola Wanita ke Tingkat Global
Serikat Pemain dan Liga Sepak Bola Ajukan Keluhan ke Komisi Eropa atas Kesewenangan FIFA