Namun, ia tidak menampik bahwa masih banyak aspek permainan yang perlu diperbaiki oleh timnya.
Baca Juga: Man City 3 Nottingham Forest 0: Guardiola Akhirnya Akhiri Penderitaan
"Kami kehilangan momentum setelah kebobolan. Kami mencoba segala cara untuk kembali menguasai permainan, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan," tambahnya.
Kekalahan ini membuat posisi Manchester United di klasemen Liga Inggris tetap stagnan.
Setan Merah masih bertahan di peringkat ke-11 dengan koleksi 19 poin dari 14 pertandingan.
Baca Juga: Real Madrid Harus Membayar Kesalahan Sendiri di San Mames
Posisi ini tentu jauh dari ekspektasi klub sebesar Manchester United, yang selalu diharapkan bersaing di papan atas.
Sebaliknya, kemenangan ini menjadi suntikan semangat bagi Arsenal yang kini berada di peringkat ketiga.
Dengan raihan poin yang sama seperti Chelsea di posisi kedua, Arsenal hanya kalah dalam selisih gol.
Baca Juga: Napoli Menantang Juventus untuk Mendapatkan Bek PSG pada Januari
Mereka kini terpaut tujuh poin dari Liverpool yang kokoh di puncak klasemen.
Ruben Amorim mengakui bahwa timnya masih memerlukan waktu untuk mencapai konsistensi dan memperbaiki kelemahan, terutama dalam situasi bola mati seperti yang menjadi kunci kekalahan dari Arsenal.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Manchester United, baik bagi pelatih maupun pemain, untuk terus berbenah.
Baca Juga: Real Madrid Ditekuk Athletic, Mbappe Gagal Penalti
Dengan jadwal padat Liga Inggris, konsistensi dalam performa dan penyelesaian masalah di lapangan menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.***
Artikel Terkait
Serangan Gila Megawati dan Bukirich Tenggelamkan Hi Pass 3-0
Festival Seni Tradisi Pencak Silat Bentuk Merawat Warisan Budaya Nusantara
Arsenal 2 Manchester United 0: Amorim Merasakan Kekalahan Pertama di Tangan Rival Beratnya
Newcastle 3 Liverpool 3: Kesalahan Fatal Caomihin Kelleher Bikin The Reds Kehilangan Tiga Poin
Coppa Italia | Fiorentina 3-4 (2-2) Empoli: Moise Kean gagal Eksekusi Penalti