Dikutip dari Diario AS, Suarez menyediakan menu khas Amerika Selatan yang menjadi ciri khas restorannya.
Baca Juga: Marcus Rashford Jomblo Lagi, Resmi Ditinggal Pacar
Chalito, yang pertama kali dibuka pada 2017 di Catalunya, menawarkan suasana makan indoor dan outdoor serta beragam pilihan menu seperti piza, milanesa, dan Bife de Chorizo—burger yang disajikan dengan keripik kentang.
Harga menu ini berkisar 20 euro, cukup terjangkau untuk restoran berkelas di kawasan Rambla de Catalunya.
Luis Suarez, yang kini menjadi pebisnis kuliner, sempat membela Atletico Madrid selama dua musim setelah hengkang dari Barcelona.
Baca Juga: Bukayo Saka Pakai Kruk, Suporter Arsenal Teriak Mimpi Buruk
Selama membela klub ibu kota tersebut, Suarez mencatatkan 34 gol dalam 83 penampilan dan berhasil mempersembahkan gelar Liga Spanyol pada musim 2020-2021.
Meski telah berpisah dari Atletico, Suarez tampaknya masih memiliki ikatan emosional dengan klub tersebut.
Pemberian traktiran kepada skuad Atletico bisa jadi bentuk apresiasi atas kemenangan mereka sekaligus "kado" bagi kekalahan mantan klubnya, Barcelona.
Baca Juga: Nike Zoom Vomero 5 Sudah Siap Jadi Pilihan Liburan Pantai
Para pemain Atletico pun menyambut antusias traktiran tersebut.
Beberapa di antaranya membagikan momen spesial ini melalui unggahan di media sosial, menunjukkan paket makanan dari Chalito dan ucapan terima kasih untuk Suarez.
Keberhasilan memuncaki klasemen di akhir tahun sekaligus menikmati hadiah istimewa dari Suarez menjadi momen tak terlupakan bagi Atletico Madrid.
Baca Juga: Kalah Lagi, Tyson Fury Marah Besar: Ini Keputusan Gila
Dengan performa yang terus meningkat, pasukan Diego Simeone kini berada di jalur positif untuk mengejar gelar Liga Spanyol musim ini.***
Artikel Terkait
Aston Villa 2 Manchester City 1: Guardiola Dilanda Krisis, Sang Juara Hanya Menang Sekali dari 12 Pertandingan
Barcelona 1-2 Atletico Madrid: Penantian 18 Tahun Berakhir, Atleti Bertakhta di La Liga
Atletico Kudeta Barcelona, Diego Simeone Bertarung seperti Monster
Oleksandr Usyk Pertahankan 3 Sabuk Juara, Karier Tyson Fury di Ujung Tanduk
Apakah Sport Science Menjadi Dasar Latihan Maraton?