Sportlinknews - Persiapan maraton memerlukan pemahaman mendalam tentang sport science (ilmu olahraga). Ilmu ini bukan tentang berlari jarak jauh. Tapi menerapkan prinsip-prinsip ilmiah yang membantu tubuh beradaptasi dan meningkatkan performa.
Sport Science untuk Lari Maraton
Oleh karena itu, sport science mencakup teknik latihan, metode pemulihan, dan mekanisme lari. Penting untuk memahami apa saja yang termasuk dalam latihan kekuatan, latihan untuk membangun daya tahan, dan pencegahan cedera.
Seorang pelari maraton perlu menggabungkan sesi latihan terstruktur yang berfokus pada peningkatan daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot dan fleksibilitas.
Baca Juga: Seberapa Penting Psikologi dalam Karier Bintang Tenis?
Untuk menghindari latihan berlebihan dan mencapai puncak pada hari perlombaan, metode periodisasi yang didukung oleh sains membantu menghindari latihan berlebihan.
Bagaimana Nutrisi Memicu Perjalanan Maraton?
Nutrisi olahraga memainkan peran penting dalam persiapan maraton. Nutrisi yang cukup membantu pelari pada umumnya mempertahankan tingkat energi, meningkatkan daya tahan, dan membantu pemulihan.
Makanan harus seimbang, terdiri dari karbohidrat, yang akan menopang energi selama perlombaan, protein untuk perbaikan otot, dan lemak sehat untuk performa keseluruhan.
Baca Juga: Trik Hidup Abadi, Menurut Sains, yang Tidak Dapat Ditoleransi oleh Para Ilmuwan
Selain itu, hidrasi merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan dehidrasi dapat memengaruhi perlombaan secara serius.
Selama lari jarak jauh, pengisian elektrolit juga dapat dipertimbangkan untuk mencegah kram. Latihan maraton yang berkelanjutan melibatkan pengaturan waktu makan, seperti mengisi bahan bakar sebelum lari jarak jauh dan mengisi kembali energi segera setelahnya.
Konsultasikan dengan ahli gizi atau ahli gizi olahraga untuk mendapatkan saran khusus tentang apa yang harus dimakan dan kapan.
Baca Juga: Revolusi Sains dan Teknologi Olahraga
Kebutuhan Nutrisi Khusus untuk Pelari Maraton
Latihan maraton memberi tekanan besar pada tubuh dan kebutuhan nutrisi meningkat selama persiapan. Pelari yang baik harus mengonsumsi kalori ekstra untuk mengonsumsi cukup kalori untuk lari jarak jauh yang tidak terkait dengan penambahan berat badan yang terlalu banyak.
Maraton membutuhkan asupan karbohidrat yang cukup sebelum hari itu, sehingga glikogen disimpan dalam tubuh; oleh karena itu, glikogen merupakan bahan bakar utama selama berlari.
Artikel Terkait
Piala ASEAN 2024: Debut Naturalisasi Nguyen Xuan Son Ditandai 2 Gol 2 Assist untuk Vietnam
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Hore Timnas Indonesia Vs Bahrain Tetap Digelar di SUGBK
Genoa 1-2 Napoli: Pasukan Conte Bertahan untuk Pecahkan Rekor Vieira
Aston Villa 2 Manchester City 1: Guardiola Dilanda Krisis, Sang Juara Hanya Menang Sekali dari 12 Pertandingan
Atletico Kudeta Barcelona, Diego Simeone Bertarung seperti Monster
Oleksandr Usyk Pertahankan 3 Sabuk Juara, Karier Tyson Fury di Ujung Tanduk