- M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior
Sportlinknews - Speechless. Sungguh, saya kehilangan kata-kata saat menyaksikan Timnas Garuda (muda) kita tumbang di tangan Filipina, 0-1, dalam laga terakhir grup B, Piala ASEAN 2024.
Di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati Stadion Manahan Solo, Sabtu (21/12) dan di depan jutaan pasang mata lewat layar RCTI, kita bukan hanya gagal ke semifinal, tapi juga tertinggal.
Dari 30 pertemuan keduanya, kita memang masih dominan 24 kali menang, 4 seri, dan 2 kalah. Tetapi, kalah di laga ke-30 itu, membuat saya benar-benar kehilangan kata-kata.
Baca Juga: Piala ASEAN 2024: Debut Naturalisasi Nguyen Xuan Son Ditandai 2 Gol 2 Assist untuk Vietnam
Masalahnya, kok kita bisa bermain seburuk itu? Kok bisa Marselino Ferdinan dan kawan-kawan tidak mampu memperlihatkan apa pun?
Maaf nih, jangan-jangan, jika berpenampilan seperti itu, lawan tim SIWO, seksi wartawan olahraga (yang PWI-nya bersih dari masalah keuangan). Sekali lagi maaf, saya benar-benar speechless.
Seperti kata sahabat saya, Yesayas Octovianus, mantan wartawan olahraga Kompas, di Ray tvnya. "Kalah menang dalam sepak bola itu biasa. Tapi, kalah di kandang sendiri, karena kesalahan elementer pemain, itu yang luar biasa. Indonesia pantas menangis!"
Baca Juga: Piala ASEAN 2024: Pemain Filipina Fokus pada Duel Kunci Melawan Indonesia
Bukan hanya itu Bung Yes, kalah dari negara yang reputasi sepak bolanya jauh di bawah kita, tentu perlu kita pertanyakan. Ada apa ini? Jika dulu, di era lama, kekalahan semacam itu sering berindikasi ada tangan lain yang bermain. Tapi, sekarang, saya tidak yakin ada pihak lain yang ikutan.
Chemistry
Mengapa saya yakin tidak ada tangan lain? Pertama, sejak laga pertama melawan Myanmar, meski menang, tapi secara performance, jauh dari kata memuaskan.
Apalagi ketika ditahan imbang 3-3 oleh Laos, secara utuh kita kalah dari negeri yang hingga tiga tahun lalu jadi lumbung gol bangsa ASEAN. Bahkan, hasil imbang itu menjadi keberuntungan bagi timnas kita.
Baca Juga: Hasil ASEAN Cup 2024: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Setelah Tumbang dari Filipina
Apalagi, saat kalah 1-0 dari Vietnam. Kita masih membelanya karena Vietnam tim senior, kita tim muda. Puncaknya, ya saat diteluk Filipina itu.
Kedua, kebiasaan jika pemain diatur pihak ketiga dari luar lapangan, mereka bermain tidak maksimal. Bola sering ditekuk-tekuk, dan selalu dikembalilan ke belakang.
Artikel Terkait
Kalah Lagi, Tyson Fury Marah Besar: Ini Keputusan Gila
Bukayo Saka Pakai Kruk, Suporter Arsenal Teriak Mimpi Buruk
Marcus Rashford Jomblo Lagi, Resmi Ditinggal Pacar
Skuad Persib Alami Kelelahan, Persita Berpeluang Menang di Pekan ke-16 Liga 1 2024/2025
Catatan Liga 1 2024/2025: Arema FC dan Dewa United FC Jadi Tim Paling Produktif Cetak Gol di Laga Tandang