Yang menarik, performa buruk Manchester United ini seolah menjadi "kutukan" yang dimulai setelah kemenangan besar atas Everton pada 1 Desember 2024.
Dalam laga tersebut, tim asuhan Ruben Amorim tampil gemilang dan menang telak.
Namun, bukannya merayakan hasil positif tersebut, Amorim justru memberikan pernyataan mengejutkan.
"Saya ingin mengatakan sesuatu yang berbeda, tetapi saya harus mengulangi ini: badai akan datang," ujar Amorim sebelum laga melawan Arsenal, seperti dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Jorge Mendes Berikan Kabar Terbaru Soal Kontrak Lamine Yamal di Barcelona
Pernyataan Amorim tersebut tampaknya menjadi kenyataan.
Setelah kemenangan atas Everton, Manchester United gagal menjaga konsistensi.
Rentetan kekalahan datang silih berganti, termasuk hasil buruk di Liga Inggris yang membuat posisi mereka di klasemen semakin terpuruk.
Baca Juga: AI Dapat Membentuk Sektor Teknologi Olahraga Pada Tahun 2025
Dalam waktu kurang dari sebulan, tepatnya 22 hari setelah pernyataan kontroversial tersebut, Manchester United seakan dilanda krisis.
Performanya yang tidak stabil menjadi sorotan utama, terutama mengingat ekspektasi besar terhadap Ruben Amorim sebagai pelatih baru.
Kini, tekanan terhadap Amorim dan skuad Manchester United semakin besar.
Baca Juga: Di Balik Perceraian Paling Eksplosif Bintang Sepak Bola Dunia, dari Totti, Giggs hingga Kyle Walker
Pendukung tim mulai mempertanyakan kemampuan manajemen klub dalam menghadapi tantangan di tengah persaingan ketat Liga Inggris.
Artikel Terkait
Gary Neville Sebut Liverpool Tim Terbaik Liga Inggris, tapi Ada Satu Ancaman Besar
Liverpool 3 Leicester 1: The Reds Memperpanjang Keunggulan Gelar
Chelsea 1 Fulham 2: Rodrigo Muniz Akhiri Kutukan 45 Tahun Stamford Bridge
10 Penjualan Termahal Serie A pada Bulan Januari
Wolves 2 Manchester United 0: Krisis Amorim Makin Dalam setelah Gol Memalukan dan Kartu Merah Bruno Fernandes