Rekor kepelatihan di klub tersebut pun tidak terlalu gemilang dengan catatan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan.
Baca Juga: Geger Pemecatan Shin Tae-yong, Media Korsel: Keputusan Tidak Masuk Akal
Kini, Kluivert berstatus tanpa klub setelah keluar dari tim tersebut pada Desember 2024.
Meski demikian, pengalaman Kluivert di timnas tidak bisa dianggap sepele.
Ia sempat menjabat sebagai pelatih interim Timnas Curacao dan meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, serta tiga kekalahan dari enam pertandingan yang dijalani.
Baca Juga: Ini Pengganti Shin Tae-yong, Erick Thohir Sebut dari Belanda
Selain itu, Kluivert pernah berkarir di berbagai klub besar Eropa, seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, dan Newcastle United, sebelum akhirnya pensiun di Lille pada 2008.
Kluivert memiliki segudang prestasi saat masih aktif sebagai pemain.
Di Ajax Amsterdam, ia berhasil meraih Eredivisie dan Liga Champions 1994-1995, mencetak gol kemenangan di final Liga Champions pada usia 18 tahun.
Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong, Langsung Viral di Media Sosial
Karirnya berlanjut ke Barcelona di mana ia turut meraih trofi Liga Spanyol 1997-1998.
Sebagai pemain internasional, Kluivert turut memperkuat Timnas Belanda di ajang Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak bersama.
Sebagai pelatih, Kluivert memang tidak seberuntung saat menjadi pemain.
Baca Juga: Awas Hati-hati, Durasi Tidur dan Kesehatan Berhubungan dengan Risiko Kematian
Ia hanya meraih satu trofi, yakni juara Beloften Eredivisie bersama FC Twente U-21 pada 2011-2012.
Artikel Terkait
Klasemen Serie A Pekan 19: Conte dan Napoli Menikmati Jeda Supercoppa
Roma 2-0 Lazio: Pellegrini Menginspirasi Kemenangan Tim yang Tidak Diunggulkan
Steven Gerrard Menjadi Kakek di Usia 44 Tahun, Putri Pertamanya Hamil
Kylian Mbappe Ingin Akhiri Musim Debut di Real Madrid dengan Trofi
Air Mata Penggemar Manchester United Mengalir, Memuji Bruno Fernandes setelah Pengakuan Jujur