Langkah ini merupakan bagian dari upaya PSSI untuk memberikan kesempatan sekaligus meningkatkan kapasitas pelatih lokal melalui transfer knowledge dari pelatih internasional.
Proses seleksi kandidat asisten pelatih akan dilakukan oleh pelatih kepala Timnas Indonesia Senior yang baru, Patrick Kluivert, bersama dengan dua asisten pelatih yang sebelumnya telah ditunjuk oleh PSSI.
Baca Juga: Dicoret dari Swansea City, Nathan Tjoe-A-On Terancam Tak Dipanggil Kluivert
Harapannya, pelatih yang terpilih dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang berguna bagi perkembangan sepak bola nasional di masa mendatang.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PSSI dalam membangun talent pool pelatih di Indonesia.
"Hasil diskusi saya dengan Patrick Kluivert dan tim, sejak awal saya ingin ada transfer knowledge untuk pelatih-pelatih kita. Ini bagian dari upaya kita dalam mengembangkan talent pool," ujar Erick Thohir.
Baca Juga: Erick Thohir: Dirtek Timnas Indonesia Diumumkan Akhir Februari
Menurut Erick, saat ini PSSI telah memiliki hampir 200 program pelatihan bagi pelatih di berbagai level, mulai dari lisensi D hingga lisensi Pro, dengan jumlah pelatih yang telah mengikuti program ini mencapai sekitar 5000 orang.
Dalam kepengurusan saat ini, peningkatan jumlah pelatih mencapai 40%, berkat berbagai kerja sama dengan FIFA dan AFC dalam pengembangan kualitas pelatih di Indonesia.
Dalam proses seleksi, PSSI akan menggunakan database yang dimiliki untuk menyaring calon asisten pelatih terbaik.
"Kami akan mencoba menyeleksi sekitar 10 calon asisten pelatih dari database yang ada. Kemudian, nama-nama tersebut akan kami usulkan kepada Patrick Kluivert dan timnya untuk menentukan dua asisten pelatih terbaik yang dapat bekerja sama dengan timnas," tambah Erick.
Baca Juga: Media Inggris Soroti Timnas Indonesia, Kedatangan Patrick Kluivert Tidak Menjamin Kesuksesan
Lebih lanjut, Erick Thohir menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang luas bagi pelatih lokal untuk berkembang.
"Kita harus memberikan kesempatan maksimal kepada pelatih kita. Contohnya, di Timnas U17 ada coach Nova Arianto, di Timnas U20 ada coach Indra Sjafri, dan di Liga 2 pun kita melarang adanya pelatih asing agar pelatih Indonesia dapat lebih berkembang," jelasnya.
Artikel Terkait
Liverpool 2 Lille 1: The Reds Pertahankan Rekor 100% Liga Champions
Benfica 4-5 Barcelona: Kemenangan Epik Barcelona Usai 2 Kali Tertinggal
Untung Ada Julian Alvarez, 10 Pemain Atletico Tekuk Bayer Leverkusen
Istri Penyerang Arsenal Dapat Pesan Keji, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi
Apa yang Membuat Gegar Otak Menjadi Cedera Olahraga yang Mengerikan?