Keane menyoroti taktik yang diterapkan Ruben Amorim, khususnya dalam keputusan memainkan Patrick Dorgu sebagai wing-back kanan.
Baca Juga: Rinov Rivaldy Jadi Kapten Tim Indonesia di Badminton Asia Mixed Team Championship 2025
Pemain asal Denmark itu dikenal sebagai bek kiri saat masih memperkuat Lecce, tetapi Amorim justru memilih menempatkannya di sisi kanan sejak awal pertandingan.
Menurut Keane, Dorgu lebih optimal ketika bermain di posisi aslinya.
Ia mempertanyakan alasan Amorim memainkan Dorgu sebagai inverted wing-back, sebuah peran yang tidak sesuai dengan gaya bermainnya.
Baca Juga: Dion Markx dan Tim Geypens Tidak Sabar Ingin Memperkuat Timnas Indonesia
"Ada kurangnya keyakinan, kurangnya kepercayaan diri (pada Dorgu)," kata Keane, dikutip dari Sportbible.
"Mereka mendatangkan pemain baru, tetapi dia malah ditempatkan di posisi yang bukan tempatnya. Apakah itu adil bagi sang pemain?"
Keane juga menyoroti proses terjadinya gol Leicester City, yang bermula dari sektor kanan pertahanan Manchester United, tempat Dorgu bertugas.
Baca Juga: Moon Shoe Kuno Dalam Versi Retro Kembali Lagi
"Anda melihat bagaimana gol Leicester terjadi dengan sangat mudah," lanjut Keane.
"Saya hanya melihatnya dari sudut pandang Manchester United dan berpikir, apakah ini yang terjadi sekarang?"
Keputusan Amorim menempatkan Dorgu di kanan ternyata memberikan dampak negatif bagi permainan Manchester United.
Gol Leicester berawal dari sisi kanan pertahanan Setan Merah, yang menjadi titik lemah dalam pertandingan tersebut.
Artikel Terkait
Bersihkan Dahak, Cegah Risiko Pneumonia
Derek Chisora Menangis Tersedu-sedu Sebelum Bertarung Melawan Otto Wallin
Hope Solo Turun Gunung untuk Kembali Berkompetisi
Penghargaan Kepada Atlet Wanita, NIKE Rilis Kaus 'Just Do It' Terbaru
Di Bawah Radar: Lima Kesepakatan Transfer yang Mengejutkan Serie A