Sepak Bola Adalah Pemersatu Bangsa?

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 07:37 WIB
Suporter Persekabpas Pasuruan, secara tidak terpuji mengejar-ngejar pemain Tornado FC, setalah mereka kalah 1-2.
Suporter Persekabpas Pasuruan, secara tidak terpuji mengejar-ngejar pemain Tornado FC, setalah mereka kalah 1-2.

  • Catatan Sepak Bola
    M. Nigara
    Wartawan Sepakbola Senior

SportlinkNews - Sepak bola adalah pemersatu bangsa. Berulang kali, saya tak bosan untuk menuliskan dan menyatakan itu.

Berbagai event telah menjadi buktinya. Saat Pilpres, Pilkada, Pileg, atau pil-pil lainnya, kita nyaris berhadap-hadapan. Utamanya ketika 2019 di mana ada pihak yang telah sukses memecah-belah anak bangsa.

Tak sedikit keluarga pecah, persahabatan retak, dan pertemanan hancur, hanya karena perbedaan pilihan.

Bahkan, meski faktanya ada presiden yang ketika turun dari kursinya meninggalkan beban utang maha dahsyat, serta serentetan kebohongan yang menjadi jejaknya, tetap saja dipuja oleh segelintir orang. Sadar atau tidak, mata hatinya telah tertutup pada kebenaran.

Baca Juga: Ladeni PSBS Biak, Persebaya Siap Tempur Tanpa Kehadiran Sang Pelatih

Namun, begitu mereka datang ke stadion untuk menyaksikan laga timnas, seluruh perbedaan, runtuh. Mereka berangkulan, bertepuk tangan, meneriakan yel-yel membela timnas. Diam-diam, sebagai wartawan sepak bola yang aktif sejak Desember 1979, begitu adem menyaksikan semua itu.

Rusuh...
Tapi, tunggu dulu. Minggu kesatu dan dua, Februari 2025, ada yang berbeda. Sepak bola yang sudah mampu meruntuhkan perbedaan keras di antara kita, tiba-tiba terancam. Minimal empat kejadian paling menonjol dan sungguh memprihatinkan.

Adalah suporter Persipur (Purwodadi) yang mengamuk setelah timnya di kandang sendiri kalah dari Persebi Boyolali, 1-3 di Liga-4. Memang bukan pemain lawan yang diamuk, tapi stadion, fasilitas umum, serta RS Yakkum, di Grobogan, berantakan. Beruntung, polisi dapat segera mengamankan puluhan pelaku.

Baca Juga: LaLiga, We League Jepang dan Nadeshiko League Perpanjang Kerja Sama Hingga 2026

Dari Liga Nusantara, para pemain dan suporter Persekabpas Pasuruan, secara tidak terpuji mengejar-ngejar pemain Tornado FC, setalah mereka kalah 1-2. Dalam sekejab, Stadion R. Soedarsono, menjadi saksi kerusuhan itu.

Apa saja dilemparkan ke arah pemain lawan. Beruntung hingga tulisan ini dibuat, tidak tercatat korban jiwa. Tapi, korban luka-luka lumayan banyak. Intinya, mereka tidak terima dikalahkan.

Dalam laga play off Liga 2, suporter Persipa Pati, mengamuk dan merusak berbagai fasilitas stadion Joyokusumo, Pati. Penyebab kerusuhan sama seperti rusuh lainnya, Pati kalah 1-2 dari Persipura, Jayapura.

Baca Juga: Di Maria: Messi Disentuh Tongkat Ajaib, Ronaldo Tidak Akan Pernah Menyamainya

Masih dari Liga 2, meski tidak melibatkan suporter secara masif, kerusuhan dilakukan oleh para pemain Persiraja, Banda Aceh, setelah kalah tipis dari tuan rumah PSPS, Pekanbaru, Riau.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X