Tidak puas dengan kepemimpinan wasit Amri Nurhadi, kapten Persiraja mengejar dan memiting sang wasit dari belakang. Ia terlihat memberi komando pada teman-teman. Beruntung petugas sigap hingga wasit gagal 'dieksekusi' oleh mereka.
Semua kekesalan tumpah karena wasit dianggap, catatan: Persiraja secara resmi telah mengirim surat protes resmi ke PSSI, merugikan mereka sedikitnya ada dua kejadian yang dianggap sengaja dilakukan wasit untuk membela tim lain.
Dua kejadian itu terjadi di dalam kotak penalti. Pertama menit 17, pemain Persiraja, Ramadhan dan menit 22, Deri Corfe, sama-sama dijatuhkan dengan keras di dalam kotak penalti. Uniknya, wasit tidak menganggap apa-apa. Dan masih banyak lagi catatan keyimpangan wasit.
Ya, sengawur apa pun wasit, pemain dan ofisial dilarang menyentuh wasit. Para pemain Persiraja bukan hanya menyentuh, tapi terlihat dengan jelas ingin melakukan kekerasan.
Terakhir, dan pasti bukan yang terakhir jika kepentingan sektoral masih kuat, Persipasi vs Perserang. Laga baru berjalan 9 menit ketika keruwetan terjadi. Diawali kartu merah untuk pemain Perserang.
Gelombang protes terjadi sangat panjang. Anehnya, seorang ofisial Perserang yang masih dalam hukuman dari Komdis dilarang mendampingi timnya selama 4 pertandingan, menyeruak, turun dari tribun ke arah kamar ganti wasit.
Baca Juga: Air Jordan 3 Hadir dengan Warna Joker untuk Anak-anak, Siapa Mau?
Dalam video yang sudah beredar di media sosial, ofisial yang satu ini meminta wasit diganti. Meski laga baru berjalan 9 menit, ia sudah merasa wasit yang sengaja dipasang untuk mengalahkan timnya.
Ketika terjadi protes ia melontarkan kata-kata: "Jadi wasit gak bisa diganti? Kecuali cedera... Kalau gitu gue ..... atau ..... (kalimatnya tak elok utk ditulis secara lengkap) baru bisa diganti!" katanya.
Senin (10/2/25) laga terhenti total, namun setelah disepakati bersama, pertandingan dilanjutkan keesokan harinya, dan Perserang menang 3-1.
Baca Juga: Kehilangan 4 Penyerang Itu Menyakitkan, Arsenal Berharap Sentuhan Keajaiban
Nah, setelah laga selesai, giliran Persipasi yang protes. Mereka mengirim protes dan minta Perserang didiskualifikasi. Anehnya mereka mau saja bermain. Tapi, begitu kalah, eee kok...
Begitu sepak bola yang seharusnya menjadi alat pemersatu, eeee sekarang kok jadi begini?
Mengapa semua kerusuhan terjdi? Jawabnya kepentingan sektoral... Jika hal ini tidak segera teratasi, saya khawatir, di tingkat nasional oke, eee di tingkat daerah amburadul.
Artikel Terkait
Dear England: Lessons on Leadership, Buku Kepemimpinan Gareth Southgate Segera Terbit
Jadwal Uzbekistan Vs Timnas U-20 Indonesia di Piala Asia U-20 2025: Misi Bangkit Garuda Muda
Evaluasi Timnas U-17 Indonesia: Kembalinya Mathew Baker dan Tantangan di Posisi Bek Kiri
Hasil Liga 1: Persik Kediri vs Persis Solo Berakhir Imbang, Sempat Terjadi Insiden Lampu Stadion Padam
Tembus Semifinal Badminton Asia Mixed Team Championship 2025, Indonesia Akan Bertemu Thailand