"Itu merupakan pukulan berat ketika saya dijual ke Inter Milan. Saya mencintai kota ini," ujar Ronaldo.
Baca Juga: Pratinjau Peluncuran Sepatu Kets NBA All-Star Weekend 2025
Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana hubungan Barcelona dengan para pemain Brasil kerap berakhir dengan cara yang tidak baik.
Ia menyebut bahwa selain dirinya, ada tiga pemain Brasil lainnya yang mengalami nasib serupa, yaitu Rivaldo, Ronaldinho, dan Neymar.
"Menurut saya, Barcelona sudah lama memiliki masalah manajemen yang besar," ungkapnya.
"Rivaldo pergi karena konflik, Ronaldinho juga. Begitu pula Neymar."
"Jika melihat kembali sejarah, Barcelona telah memiliki banyak pemain Brasil yang sukses, tetapi hubungan mereka dengan klub selalu memburuk dan berakhir dengan cara yang tidak menyenangkan," tambahnya.
Setelah meninggalkan Barcelona, Ronaldo melanjutkan kariernya di Inter Milan sebelum akhirnya bergabung dengan Real Madrid pada 2002.
Baca Juga: Final BAMTC 2025: Dejan Cedera, Indonesia Siapkan Strategi Baru Lawan China
Bersama Los Blancos, ia bertahan selama 4,5 tahun sebelum akhirnya hengkang ke AC Milan pada Januari 2007.
Selama memperkuat Real Madrid, Ronaldo sempat enam kali menghadapi Barcelona dalam laga El Clasico.
Dari pertemuan tersebut, ia sukses mencetak empat gol dan satu assist, membuktikan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa.
Pernyataan Ronaldo semakin menambah daftar panjang kritik terhadap manajemen Barcelona yang dinilai kurang baik dalam mengelola para pemain bintang.
Dengan sejarah yang terus berulang, apakah Barcelona bisa belajar dari kesalahan masa lalu dan mengelola pemainnya dengan lebih baik? Waktu yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
Kekacauan di Real Madrid TV Berlanjut Setelah Hasil Imbang Osasuna
Pemain Manchester United Tenteng Koper Naik Bus Menuju Pertandingan Melawan Tottenham
Twin Guns Red Sparks Megawati dan Bukilic Tak Terbendung
Tanpa Tekanan, Persib Siap Taklukkan Persija di Kandangnya
Marc Klok: Persija Vs Persib Bukan Sekadar Adu Gengsi, Tapi Contoh untuk Generasi Muda