"Rasanya sangat bangga dan senang bisa berada di turnamen ini," ujar Thoriq.
Baca Juga: Persib Protes! Tyronne del Pino Terkena Lemparan Botol Usai Pertandingan Melawan Persija
Lebih lanjut, Thoriq menegaskan bahwa dirinya bersyukur dapat menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan Law of The Game.
Ia berharap bahwa pengalaman di Piala Asia U-20 2025 ini bisa menjadi batu loncatan untuk mendapatkan tugas di ajang yang lebih bergengsi di masa depan.
"Selain menambah pengalaman, saya berharap kesempatan ini dapat menjadi jembatan untuk bisa memimpin pertandingan di level yang lebih tinggi," tambahnya.
Baca Juga: Bintang Barcelona Dicoret Karena Tindakan Disiplin
Thoriq dan Bangbang saat ini masih menunggu keputusan AFC terkait pertandingan berikutnya yang akan mereka pimpin.
Sejak 7 Februari 2025, mereka telah berada di Shenzhen untuk menjalankan tugasnya sebagai perangkat pertandingan dalam ajang Piala Asia U-20.
Sebelum dipercaya di Piala Asia U-20 2025, kedua wasit asal Indonesia ini juga memiliki pengalaman bertugas di ajang internasional lainnya.
Baca Juga: Diletta Leotta Ahli Dalam Ilmu Hitam, Penggemar Juventus Geleng-geleng Kepala
Salah satu di antaranya adalah pertandingan AFC Champions League 2 tahun lalu, di mana mereka memimpin laga antara Sydney FC (Australia) melawan Eastern SC (Hong Kong) yang berlangsung di Stadion Jubilee, Sydney, pada 19 September 2024.
Kepercayaan yang terus diberikan AFC kepada Thoriq dan Bangbang menjadi bukti bahwa wasit-wasit Indonesia memiliki kualitas yang bisa bersaing di level Asia.
Pengalaman ini diharapkan dapat semakin meningkatkan prestasi perwasitan Indonesia di panggung sepak bola internasional.
Artikel Terkait
9 Bulan Koma, Pembalap F1 Jules Bianchi Meninggal Tragis
Barcelona Lengserkan Real Madrid Usai Menang Kontroversial atas Rayo Vallecano
Rencana Liar Floyd Mayweather Bernilai Rp 81 Miliar, Gelar Pesta Ultah Selama Seminggu di Miami
Tagar Indra Sjafri Out Berkeliaran di Medsos, Jejaki Nasib seperti Shin Tae-Yong?
Real Madrid Minta Suaka untuk Keluar dari LaLiga