Selain itu, PSSI juga sempat memindahkan jadwal pertandingan Timnas Indonesia melawan Irak pada Juni 2024 ke sore hari demi memanfaatkan suhu panas sebagai keuntungan bagi skuad Garuda.
Meski begitu, dengan semakin banyaknya pemain naturalisasi di Timnas Indonesia, jumlah pemain yang tumbuh dan terbiasa dengan suhu tropis semakin berkurang.
Baca Juga: Apes, YouTuber Kesohor Bikin Ringsek Mobil Balap Formula E
Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri jika Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.
Tidak hanya bagi Indonesia, suhu ekstrem di Piala Dunia 2026 akan menjadi tantangan besar bagi semua tim.
Bahkan negara-negara dengan iklim panas sekalipun tetap harus beradaptasi dengan kondisi yang berbeda di setiap kota tuan rumah.
Baca Juga: Cedera Pergelangan Kaki, Jalen Brunson Berpotensi Absen Lama dari New York Knicks
Dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, FIFA perlu menyiapkan langkah mitigasi untuk menghindari risiko kesehatan bagi para pemain.
Cooling break, perubahan jadwal pertandingan, atau teknologi pendinginan di stadion bisa menjadi solusi agar Piala Dunia 2026 tetap berlangsung aman dan kompetitif bagi semua peserta.