Paris Saint-Germain atau Aston Villa akan menjadi lawan berikutnya.
Baca Juga: Tangani Timnas Indonesia Patrick Kluivert Siapkan Tim Terbaik di Belakang Layar
Kedua tim ini tampil meyakinkan di fase sebelumnya, sehingga Madrid harus tampil maksimal untuk menjaga asa menuju final.
Di sisi lain, Barcelona yang kini berada di bawah asuhan Hansi Flick juga tidak mendapat jalur yang mudah.
Pada babak perempat final, mereka langsung dihadapkan dengan finalis Liga Champions musim lalu, Borussia Dortmund.
Baca Juga: Paul Munster Kecewa Persebaya Gagal Kalahkan PSIS Semarang di Pekan ke-27 Liga 1
Walaupun Dortmund menunjukkan performa yang tidak stabil di kompetisi Eropa musim ini, mereka tetap merupakan tim berbahaya.
Jika berhasil mengatasi tantangan dari wakil Jerman tersebut, Barcelona akan menghadapi ujian lebih berat di semifinal.
Di babak empat besar, Inter Milan atau Bayern Muenchen berpotensi menjadi lawan mereka.
Kedua tim ini merupakan kandidat kuat juara di liga domestik masing-masing, sehingga Barcelona harus tampil sempurna jika ingin lolos ke final.
Jika skenario ini berjalan sesuai rencana, pertemuan antara Barcelona dan Real Madrid di final Liga Champions bisa menjadi salah satu laga paling bersejarah dalam satu dekade terakhir.
Duel El Clasico di partai puncak terakhir kali terjadi pada tahun 2002, di mana Real Madrid keluar sebagai juara setelah mengalahkan Barcelona.
Jika kedua tim kembali bertemu di final musim ini, itu akan menandai kembalinya dominasi sepak bola Spanyol di kancah Eropa.
Apakah Barcelona dan Real Madrid mampu menaklukkan tantangan di depan mereka dan menciptakan final impian? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.