SportlinkNews - Kegagalan di All England 2025 tidak boleh terlalu berlarut, PBSI minta untuk para pemain yang akan berlanjut ke Swiss Open 2025 untuk langsung fokus di turnamen BWF World Tour 300 itu.
Buat beberapa top player Indonesia yang akan diturunkan pada turnamen ini, Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian mengharapkan ajang tersebut bisa jadi pembuktian untuk mereka.
Mengingat Swiss Open memiliki level turnamen yang lebih rendah dari All England, maka diharapkan hasil yang diperoleh wakil Merah Putih bisa lebih baik.
Baca Juga: Atlet Kebiasaan Melakukan Ritual dan Takhayul Mengubah Psikologi
"Kalo kita melihat persaingan yang ada walaupun ada beberapa top player yang bermain di sana, tentunya ini juga bisa menjadi tantangan buat pemain-pemain kita untuk membuktikan dan tentunya juga buat prestasi mereka sendiri kalau mereka bisa mendapatkan gelar di Swiss," kata Eng Hian.
Di turnamen ini, Indonesia akan menurunkan wakil di empat sektor. Runner up ganda putra All England, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana akan ambil bagian, begitu juga dengan runner up ganda campuran Thailand Masters dan German Open, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja juga ambil bagian.
Hanya di sektor tunggal putra, Indonesia tidak akan mengirimkan wakil di Swiss Open.
Baca Juga: Australia Siapkan Fasilitas Terbaik untuk Timnas dan Suporter Indonesia
Menurut Eng Hian, ini karena para pemain pelapis sudah bertanding di tiga turnamen awal, sebelum All England, German Open, Orleans Masters dan China Masters.
"Untuk sektor tunggal putra memang kita tidak mengirimkan wakil di Swiss Open karena untuk level di bawah yang top elite-nya sudah turun di German Open, Orleans Masters dan China Masters di Ruichang kemarin," ucap Eng Hian.
"Jojo (Jonatan Christie) juga diputuskan untuk tidak lanjut ke level super 300 karena memang untuk top committed player sudah harus fokus di turnamen yang diwajibkan ikut oleh BWF," pukasnya kemudian.