SportlinkNews - Perkembangan komunitas bulutangkis di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
PBSI pun mengapresiasi semangat para komunitas dalam menghidupkan olahraga bulutangkis di Indonesia.
Karena ini membantu pihaknya untuk menciptakan ekosistem bulutangkis yang sehat dan kuat di masyarakat.
PBSI pun siap untuk merangkul mereka, membantu menyebarkan virus kegembiraan bermain bulutangkis ke seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Hansamu Yama Kecewa Persija Jakarta Kalah dari PSM Makassar, Siap Evaluasi Performa
"Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap badminton, tetapi juga memperkuat ekosistem bulutangkis nasional," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky A. Soebagdja dalam rilis PBSI, Senin, 24 Februari 2025.
PBSI siap mendukung komunitas yang membantu regenerasi dan pembinaan atlet dari berbagai lapisan masyarakat," tukasnya kemudian.
Salah satunya, komunitas Mabar Bulutangkis Community (MBC) yang berada di Jakarta Utara.
Baca Juga: Cara Mengatasi Kecemasan Performa dalam Olahraga
Komunitas ini yang muncul sejak 2021 ini, menghubungkan para pecinta bulutangkis untuk menemukan teman main bareng yang bahkan tidak saling mengenal.
Begitu juga komunitas badmintonkuy, yang berdiri semenjak tahun 2022.
Dengan semangat yang sama, mereka membantu pecinta bulutangkis untuk bisa berlatih bersama tanpa pusing mencari lapangan.
"Mabar komunitas itu biasanya kami sesuaikan dengan durasi dan jumlah lapangannya. Contohnya, dalam durasi 3 jam, kami biasanya bikin kuota 9 x jumlah lapangan yang disewa dan seterusnya," kata Founder badmintonkuy, Meimei.
Baca Juga: Catatan Sepak Bola: Ada Apa dengan Suporter Kita?
Parapemain di komunitas ini biasanya main berkeliling, pindah dari komunitas ke komunitas lainnya. Total kini pengikut mereka mencapai 11 ribu orang di sosial media.
"Kami rata-rata bermain 3-4 kali dalam seminggu. Terbesar di Depok, mencapai 400 orang anggota komunitas," tuturnya.
"Bermula saat Covid, cari teman dan tempat untuk bermain. Lama kelamaan diikuti banyak orang, karena aktif di media sosial," tambah Meimei.
Untuk lebih menghidupkan lagi komunitas mereka, Badmintonkuy sering mengadakan banyak acara badminton dengan berbagai tema.
"Ada badminton jomblo yang hanya boleh diikuti oleh peserta yang single pada open mabar, atau badminton jompo yang pesertanya orang-orang tua, dan sebagainya," seru Meimei
Artikel Terkait
Resmikan Lapangan Seven Padel, Wamenpora Sambut Gembira Kehadiran Komunitas Padel di Indonesia
Jersey Timnas Greenland 2025: Simbol Budaya, Identitas, dan Semangat Komunitas
Temui Menpora Dito Ariotedjo, Komunitas Bike to Work Indonesia Gagas Hari Bersepeda Nasional
Lega Serie A Perkuat Kemitraan dengan Komunitas Street Soccer Amerika
Komunitas Bulutangkis Terus Menyala, Patungan Bayar Pelatih hingga Bikin Koperasi