Sebaliknya, mereka diisi oleh pemain profesional yang berkarier di klub-klub Eropa dan bahkan terlihat lebih menjanjikan dibanding beberapa pemain Australia.
"Dan mereka menyulitkan Socceroos selama 15 menit pertama, di tanah Australia," tambahnya.
Salah satu sorotan utama media setempat adalah komposisi tim Indonesia, yang didominasi pemain naturalisasi.
Dari 11 pemain starter, 10 di antaranya adalah pemain keturunan yang sebagian besar memiliki darah Belanda.
Baca Juga: Timnas Sepak Bola Pantai Indonesia Kalah Telak di Laga Pembuka AFC Beach Soccer Asian Cup 2025
Hanya Marselino Ferdinan yang merupakan produk asli kompetisi domestik dalam susunan starter.
Saat pertandingan berakhir, jumlah pemain binaan dalam negeri bertambah dengan masuknya Rizky Ridho dan Ramadhan Sananta, tetapi tetap kalah jumlah dibanding pemain yang dibesarkan di luar negeri.
Secara total, dari 16 pemain yang tampil di Allianz Stadium, 13 berasal dari luar negeri.
Baca Juga: Jerman Vs Italia: Kehilangan Calafiori dan Cambiaso, Azzurri Kedatangan Zaccagni
Pelatih Tony Popovic yang membawa tim Socceroos menang besar tetap mengakui kualitas lawan.
"Lima gol bukan hal yang mudah, kami menghadapi lawan yang bagus, dan ini adalah Kualifikasi Piala Dunia," ujar Popovic.
Namun, di balik skuad bertabur pemain naturalisasi, timnas Indonesia dinilai masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
Baca Juga: Presiden FIGC: Sepak Bola Italia Mengalami Evolusi, Azzurri Pantas Mendapatkan Lebih
Tim yang sempat menahan Australia 0-0 di Jakarta, justru tampil rapuh di Sydney hingga kebobolan lima gol.