SportlinkNews - Para pemain Juventus dikabarkan kebingungan dengan situasi tim saat ini.
Mereka tak habis pikir mengapa Thiago Motta masih menjabat sebagai pelatih kepala meskipun hasil buruk terus menghantui tim.
Juventus memang sedang mengalami periode sulit di musim 2024-2025.
Baca Juga: Hasil F1 GP China: Pembalap McLaren Tampil Sempurna, Oscar Piastri dan Lando Norris Naik Podium
Dalam kurun waktu tujuh hari, Si Nyonya Tua harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari dua kompetisi sekaligus.
Pada 19 Februari 2025, Juventus tumbang di markas PSV Eindhoven dengan skor 1-3 dalam leg kedua babak play-off fase gugur Liga Champions.
Hasil itu membuat mereka gagal melaju ke babak 16 besar setelah kalah agregat 3-4.
Baca Juga: Spanyol Vs Belanda: Luis de la Fuente Targetkan Kemenangan 3-0 di Mestalla
Selang seminggu kemudian, tepatnya 26 Februari 2025, Juventus kembali mengalami kegagalan.
Kali ini, mereka tersingkir dari Coppa Italia setelah kalah adu penalti dari Empoli di babak perempat final.
Bermain di kandang sendiri, Juventus harus bersusah payah menyamakan kedudukan melalui gol Khephren Thuram pada menit ke-66 setelah sebelumnya tertinggal dari gol Youssef Maleh (24').
Baca Juga: Timnas Indonesia Wajib Menang Lawan Bahrain, Sumardji: Tak Bisa Bicara Proses Lagi
Namun, dalam babak adu penalti, Dusan Vlahovic dan Kenan Yildiz gagal mencetak gol, sementara seluruh eksekutor Empoli sukses menjalankan tugasnya.
Tak hanya tersingkir dari dua turnamen dalam waktu singkat, Juventus juga mengalami tren negatif di Liga Italia.