SportlinkNews - Gus Dur atau Abdurrahman Wahid bicaranya ceplas-ceplos. Ia memiliki selera humor yang tinggi. Pun pemikiran kedepan yang brilian, tapi setiap orang kadang gagal paham.
Pada 1986, putra pertama KH Wahid Hasyim itu meramalkan dirinya akan jadi presiden. Sarwono Kusumaatmaja yang menceritakan ramalan itu pada pada Malam Puncak Peringatan Haul Ke-10 Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu 21 Desember 2019.
"Kan saya sudah bilang waktu situ jadi Sekjen (Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar) tahun 86, nanti satu waktu saya akan jadi presiden dan situ jadi menteri saya ngurusin laut," ucapnya menirukan Gus Dur pada 1986.
Baca Juga: Maarten Paes Dicadangkan, Emil Audero Berpeluang Jadi Starter Lawan Bahrain
Sebelum menjadi Presiden Indonesia pada 1999, Gus Dur juga sempat berkata kepada Luhut Binsar Pandjaitan, "Kamu tak perlu jadi duta besar. Sebentar lagi, saya akan jadi presiden."
Ucapan ini awalnya dianggap bercanda, tetapi terbukti benar. Gus Dur akhirnya terbukti jadi Presiden RI ke-4 pada 20 Oktober 1999. Sarwono dan Luhut diangkat jadi menterinya.
Gus Dur pernah berkata kepada ajudannya, Sutarman, "Pak Tarman akan jadi Kapolda Metro, lalu Kapolri."
Baca Juga: Timnas Indonesia Bisa Salip Arab Saudi di Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Syaratnya
Pada 23 Oktober 2013, Sutarman dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden SBY, membuktikan ramalan Gus Dur.
Waketum Partai Gerindra Irfan Yusuf menceritakan isi percakapan dengan sepupunya, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur soal 'ramalan' Prabowo Subianto jadi presiden di usia tua.
Prabowo Subianto pun jadi bahan perbincangan Gus Dur dan Gus Irfan. Saat itu, Gus Dur berpendapat Prabowo bakal jadi presiden suatu hari nanti di usia senja.
Baca Juga: Andy Murray dan Istrinya Rugi Rp 7 Miliar dari Bisnis Sampingan Pasca Tenis
Dia mengatakan, 'Pak Prabowo nanti jadi presiden nek wes tuwek," ujar Gus Irfan menirukan Gus Dur.
Tak hanya sekali, Gus Irfan menyebut bahwa Gus Dur menyampaikan 'ramalan' itu di berbagai forum diskusi kepada orang yang berbeda di setiap pertemuan.