Namun, rencana besar itu menuai hujai kritik. Pengamat olahraga Malaysia, Sadek Mustaffa, menyebut Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah melupakan akarnya di tengah gerakan yang disebut 'revolusi tim nasional'.
"FAM menyatakan naturalisasi adalah inisiatif jangka pendek dan mereka akan fokus pada peningkatan pengembangan pemain untuk menghasilkan bakat berkualitas bagi tim nasional. Namun, yang kami lihat hanyalah ketergantungan yang berlebihan pada naturalisasi," kata Sadek dikutip dari New Straits Times.