Keberhasilan ini turut diklaim sebagai buah dari pembinaan pemain muda melalui EPA.
Baca Juga: GP Qatar Penuh Drama: Marc Marquez yang Perkasa Hingga Derita Pilu Jorge Martin
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar pemain Timnas U-17 merupakan alumni kompetisi EPA.
Dari 25 pemain yang dibawa pelatih Nova Arianto, tercatat 22 di antaranya adalah peserta aktif di EPA Liga 1.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi ini berperan penting dalam mencetak talenta muda berbakat.
Baca Juga: Nike SB Air Jordan 4 Navy Dirilis di SNKRS pada 15 April
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, juga menegaskan pentingnya pembinaan usia dini dalam mendukung prestasi Timnas U-17.
Ia menilai, sistem kompetisi berjenjang seperti EPA menjadi pondasi kuat dalam pengembangan pemain.
Namun di balik euforia kesuksesan Timnas, kondisi berbeda justru dialami oleh juara EPA sendiri.
Baca Juga: Catatan Sepak bola Piala Asia, Korut 6 Indonesia 0: Dunia Belum Kiamat
Irfan menegaskan bahwa ia tidak lagi ingin mendengar janji-janji yang belum terealisasi.
“Semoga niat baik kita semua tidak dibalas dengan janji-janji palsu,” ujarnya dalam unggahan tersebut.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari PT LIB terkait keterlambatan pencairan hadiah tersebut.
Baca Juga: Pemecatan Ruben Amorim Disampaikan Orang Dalam Menyusul Kekalahan Terburuk Manchester United
Muhammad Irfan berharap ada kejelasan dan tanggapan serius atas situasi ini, mengingat penghargaan bagi pemenang merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah ditunjukkan sepanjang musim.