Pelatih Barcelona, Hansi Flick, turut memberikan tanggapan terkait situasi ini.
Baca Juga: Sejarah Copa del Rey: Turnamen Sepak Bola Tertua di Dunia, Barcelona Masih Memimpin
Dalam keterangannya, Flick menekankan pentingnya menjaga kehormatan wasit.
"Saya tidak tahu harus berkata apa. Ini hanyalah olahraga, sepak bola, dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk melindungi pemain dan seluruh elemen pertandingan," ujar Flick.
Menurutnya, ketidakpercayaan terhadap wasit hanya akan merusak esensi pertandingan yang adil.
"Para penggemar ingin melihat permainan yang jujur. Untuk itu, kita butuh wasit, dan kita harus menghormati mereka."
"Semua pihak—klub, pelatih, pemain—harus menunjukkan rasa hormat tersebut," kata pelatih asal Jerman ini.
Sementara itu, Real Madrid melalui pernyataan resminya menyayangkan tindakan Bengoetxea yang dianggap memperkeruh suasana dengan membuka masalah secara publik menjelang laga krusial ini.
Baca Juga: Menengok Rekam Jejak El Clasico Barcelona dan Real Madrid di Laga Final Copa del Rey
"Klub kami percaya bahwa pernyataan yang tidak patut dari wasit, 24 jam sebelum final, tidak seharusnya merusak ajang olahraga dengan skala global seperti ini," tulis Los Blancos dalam pernyataan mereka.
Real Madrid menegaskan bahwa mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sepak bola, meskipun sekali lagi harus menghadapi sikap permusuhan dan kebencian yang mereka rasa ditujukan kepada klub.
Kini, di tengah ketegangan ini, publik menantikan apakah El Clasico di final Copa del Rey kali ini akan tetap berlangsung dengan semangat sportivitas, sebagaimana diharapkan seluruh pencinta sepak bola.