SportlinkNews - Tim para angkat berat Indonesia menunjukkan performa kompetitif di ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 7-12 April kemarin.
Dari total 12 atlet yang diturunkan, Merah Putih sukses mengoleksi 25 medali dan menutup kejuaraan di peringkat ke-10.
Meski belum mampu menembus papan atas klasemen, yang dikuasai Uzbekistan, tapi Indonesia tetap mencatat sejumlah pencapaian menonjol.
Baca Juga: Perkemi Kota Depok Unjuk Kekuatan dan Prestasi di Nomor Randori Kejurnas Shorinji Kempo
Termasuk lahirnya kejutan dari lifter muda dan kebangkitan atlet yang sebelumnya gagal di panggung internasional.
Nama Abdul Hadi menjadi salah satu sorotan utama. Turun di kelas 49 kg putra, ia tampil dominan dengan angkatan terbaik 179 kg, yang mengantarkannya meraih dua emas di kategori best lift elite open dan Asia.
Hasil tersebut sekaligus menegaskan peningkatan performanya setelah sempat tertinggal dari rivalnya, lifter Vietnam Le Van Cong.
Baca Juga: Ducati Boyong Motor 850cc ke Tes Privat di Misano
Tak kalah mencuri perhatian, lifter muda Delima Yunia Susanti juga tampil impresif. Atlet berusia 15 tahun itu sukses mengangkat 93 kg dan mengamankan empat medali emas di kategori rookie, sekaligus memecahkan rekor dunia di kelas 79 kg putri.
Pelatih tim, Coni Ruswanta, menyebut hasil ini menjadi modal penting dalam perjalanan menuju Asian Para Games 2026. Ia optimistis seluruh atlet Indonesia berpeluang lolos ke Nagoya berdasarkan tambahan poin dari kejuaraan ini.
"Dari perhitungan kami, peluang ke Nagoya cukup terbuka untuk semua atlet. Bahkan ada kejutan seperti Abdul Hadi yang kini bisa bersaing di level Asia hingga dunia, serta Delima yang memecahkan rekor di usia muda," katanya.
Baca Juga: Ghanbari Kembali ke Iran, Kapten Tim Sepak Bola Wanita Ini Mendapat Perlakukan Tak Terduga
Selain dua nama tersebut, kontribusi medali juga datang dari sejumlah lifter lain seperti Hilman, M Mambruk Arib Dzaky, dan Andika Eka Jaya yang menyumbang perunggu di sektor putra.
Sementara di sektor putri, Sriyanti, Siti Mahmudah, Shebrioni, dan Ni Nengah Widiasih turut menambah koleksi medali dengan raihan perak dan perunggu.
Dengan waktu sekitar lima bulan menuju Asian Para Games, tim pelatih mulai mengalihkan fokus program dari sekadar lolos kualifikasi menjadi perburuan medali.
Baca Juga: Jelang Indonesia Open 2026, Persaingan Tunggal Putra Makin Sulit Diprediksi
Target jangka panjang pun telah disiapkan, termasuk meloloskan atlet ke Paralympic Games Los Angeles 2028.