SportlinkNews - Kontingen Indonesia menutup ASEAN Para Games 2025 dengan catatan progres signifikan.
Bukan hanya melampaui target medali, tim Merah Putih juga menunjukkan peningkatan kualitas performa lintas cabang olahraga, yang mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir.
Sepanjang penyelenggaraan ajang multievent olahraga disabilitas Asia Tenggara tersebut, Indonesia mengumpulkan total 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu hingga pertandingan terakhir, Minggu kemarin, 25 Januari 2026.
Baca Juga: Sadar Peta Persaingan Asia, Timnas Futsal Indonesia Pilih Pendekatan Realistis
Capaian itu jauh melampaui proyeksi awal pemerintah yang membidik 82 emas dengan sasaran tiga besar. Upacara penutupan ASEAN Para Games 2025 digelar Minggu malam di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima.
Lonjakan prestasi Indonesia terlihat dari dominasi di sejumlah cabang unggulan.
Para atletik kembali menjadi tulang punggung perolehan medali dengan sumbangan 44 emas, diikuti para renang yang konsisten menghadirkan prestasi melalui raihan 29 emas.
Baca Juga: Michael Carrick dan Jebakan Solskjær di Old Trafford
Sektor para bulu tangkis, angkat berat, catur, dan judo juga mencatat peningkatan signifikan dibanding edisi sebelumnya.
Khusus para judo, Indonesia tampil sempurna dengan menyapu seluruh nomor yang diikuti. Sementara para catur menunjukkan kedalaman skuad dengan kontribusi emas dari beberapa nomor, menandakan regenerasi atlet berjalan positif.
Thailand sebagai tuan rumah tetap tampil dominan dan keluar sebagai juara umum dengan 175 emas.
Namun, posisi Indonesia di peringkat kedua menegaskan keberhasilan menjaga daya saing di tengah dinamika peserta, termasuk absennya Kamboja pada edisi kali ini.
Dari sektor individu, perenang Jendi Pangabean Akmal kembali menjadi simbol konsistensi prestasi Indonesia.
Ia menyumbangkan tujuh medali emas, sekaligus mencatatkan capaian terbaiknya sepanjang keikutsertaan di ASEAN Para Games. Prestasi tersebut melampaui raihannya pada edisi 2017, 2022, maupun 2023.
Baca Juga: Layvin Kurzawa Resmi Berseragam Persib Bandung
Jendi menilai peningkatan prestasi ini tidak datang secara instan.
Persaingan yang semakin ketat di kelas S9 justru mendorong dirinya dan rekan-rekan satu tim untuk terus berkembang, termasuk menghadapi tantangan dari atlet-atlet muda Asia Tenggara yang mulai menunjukkan kualitas.
"Kuncinya tetap disiplin dan tanggung jawab. Persaingan sekarang jauh lebih ketat, jadi kami tidak bisa lengah," katanya.
Baca Juga: Sassuolo 1-0 Cremonese: Jay Idzes Cs Bikin Emil Audero Meringis
Sementara dari sektor putri, ada Aisah Wijayanti Putri Brahmana yang menyumbangkan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu dari cabang catur.
Perjalanannya tidak mudah. Sebab, selama masa persiapan, ia harus meninggalkan buah hatinya yang baru lahir pada Agustus 2025 lalu.
"Selama Pelatnas, saya harus menitipkan anak saya ke orang tua. Saya ingin mempersembahkan catatan medali ini untuk anak saya. Rasanya sangat sedih meninggalkan anak yang baru lahir. Tapi, demi Indonesia, saya harus berjuang," kata dia.
Baca Juga: Batal ke Liverpool Malah Disunting Manchester City, Marc Guehi Ungkap Proses yang Sudah di Ujung
Pemerintah mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai bukti keberhasilan pembinaan atlet disabilitas yang semakin terarah.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmen negara untuk terus mendukung atlet, pelatih, dan ofisial agar prestasi dapat dijaga secara berkelanjutan.
Kontingen Indonesia dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Selasa, 27 Januari 2026 melalui penerbangan carter dari Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, menuju Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, dalam dua kloter.
Artikel Terkait
Kemenangan Perdana Jadi Modal Tim Sepak Bola Cerebral Palsy Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Meski Tersungkur, Tim Basket Kursi Roda 3x3 Indonesia Tetap Optimis Raih Perunggu ASEAN Para Games 2026
Menpora Erick Suntikkan Semangat Atlet Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand
Para Renang Jadi Pembuka Kran Emas Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand
Atlet Indonesia Ngamuk di ASEAN Para Games Thailand, Borong 21 Medali Emas di Hari Kedua