Meski demikian, doa terus kita panjatkan agar Rizky Ridho, Rafael Struick, Marshelino Ferdinan, Arhan Pratama, Ernando Ari, dan kawan-kawan, bisa terus tampil lebih baik dan dapat meraih satu tiket Olimpiade.
Langkah seperti saat ini bukanlah yang pertama. Catatan, tahun 1962 atau 62 tahun silam, Djamiat Dhalhar, sang arsitrk tim mampu mengantarkan tim yang diperkuat Bob Hippy, Sonny Sandra, Ipong Silalahi, dkk mencapai final dan menjadi juara bersama dengan Birma (Myanmar). Dulu, event Piala Asia hanya ada dua kelompok, Junior dan Senior.
Jadi, meski baru menggapai tiket semifinal, hasil ini seperti meneguk air sejuk yang mampu menghilangkan dahaga panjang. Sama seperti menghijaukan padang kering yang luas.
"Begitu eksekusi tendangan penalti Archan sukses, tak sadar air mata menetes," begitu tulis Dr. Ali Mukartono, mantan pemain Persijap Jepara.
"Rasanya sejak Unniversary Cup tahun 1983 timnas kita hampir tidak pernah bisa menang lagi dg Korea," lanjut AM yang tak lain adalah Ketua Komisi Banding PSSI.
Baca Juga: Shin Tae-yong dari Miracle of Kazan Kini Magic Indonesia
Masih kata AM yang saat ini menjabat sebagai Jamwas di Kejaksaan Agung,
Kemenangan ini juga membuka satu daun pintu bagi timnas untuk bisa ikut olimpiade Paris.
"Mari kita dukung dan doakan agar daun satu pintu lagi bisa dibuka oleh timnas kita," lanjut Ali Mukartono yang paham betul perjalanan sepakbola nasional karena menjadi salah satu pelaku langsung.
Menutup pandangannya, AM menegaskan: "Sudah kepalang tanggung, semoga anak-anak bisa menuntaskan dengan membawa trofi Piala Asia ke tanah air," pungkasnya.
Baca Juga: Api Olimpiade Dibawa Perenang Putri Prancis dari Yunani ke Paris
Ya, bukan hanya mantan pemain Persijap yang berharap dan berdoa seperti demikian. Saya, dan kita semua tentu juga punya harapan dan doa yang sama.
Doa dan harapan yang besar tentu tidak akan ada di hati mereka yang justru sakit hatinya melihat STY, Rizky Ridho, Rafael Struick, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, Ernando Ari, dan lain-lain, berhasil mencapai semifinal. Seperti komen-komen yang mereka luncurkan, sepertinya mereka tak rela jika PSSI dan STY sukses.
Jangan-jangan mereka saat ini sedang konsentrasi untuk mencari cara agar timnas U-23 kita hancur berantakan. Nauzubillah mindzalik.
Kita doakan saja agar mereka bisa mengurangi sakit di hatinya. Dan, semoga Allah segera sembuhkan sakit hati mereka.