Meski kita gagal, tetapi sebagai wartawan sepak bola senior, saya tetap bangga pada seluruh tim.
Jangankan kita, Brasil pemegang medali emas, Olimpiade Rio 2016, dan Tokyo 2020, Inggris 3 kali juara, Rusia (Uni Soviet) dua kali dan mading-masing Italia dan Jerman satu kali, juga gagal ke Olimpiade Paris.
Jadi, meski kita juga gagal, namun harapan sepak bola kita bisa lebih baik, terbuka sudah.
Baca Juga: Gia Milana Terpaksa Mundur dari Proliga, Ini Penyebabnya
Tentu STY harus melakukan analisa yang lebih dalam untuk bisa memperbaiki kelemahan dan mempertajam yang sudah baik agar semakin baik.
Tim ini sebenarnya memang tidak ditargetkan untuk bisa mencapai pesta olahraga tertinggi di dunia.
Secara formal PSSI menargetkan STY mencapai perempat final Piala Asia 2023. Ternyata tim bisa melaju hingga ke posisi keempat di Asia.
Baca Juga: 6 Makanan Selain Susu yang Mengandung Kalsium Lebih Tinggi, Bisa Jadi Pilihan Alternatif
Sekali lagi, meski kita gagal meraih tiket olimpiade, tapi saya sebagai pribadi menghargai seluruh karya STY dan pasukannya.
Saya tetap bangga sama seperti saya bangga pada skuad Wiel Coerver, 1976 itu. Bahkan, meski Anjas gagal dalam sepakan penaltinya, saya pun tetap kagum padanya.
Empat atau lima tahun ke depan, Rizky Ridho dan kawan-kawan bisa kita harapkan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Jangan kecil hati anak-anak, jalan masih panjang dan berliku. Tetap semangat anak-anak!!!
Bravo PSSI....