PSSI, lahir sebagai alat perjuangan, 19 April 1930, setelah 22 tahun atau tepatnya 1952 baru bergabung dengan FIFA.
Dari kontek ini, kita jelas melihat siapa yang lebih dahulu memainkan si kulit bundar. Bahwa Jepang, Nagasaki dan Hiroshima dibom atom, itu tidak menghapus catatan sepak bola Jepang.
Baik Jepang maupun Korsel, keduanya sudah lebih dari tiga kali ikut olimpiade. Jepang menghasilkan 1 perak, 1 perunggu, dan 2 kali peringkat empat.
Baca Juga: Manchester 62 FC Terima Investasi 20 Juta Dolar untuk Penelitian Cedera Kepala pada Sepak Bola
Korsel sendiri baru satu kali meraih perunggu, Olimpiade London 2012. Indonesia, dengan segala hormat baru satu kali ke Olimpiade Merlbourne, Australia, itu pun diundang tuan rumah karena kualifikasi memang belum ada.
Lalu di Piala Dunia, Jepang dan Korsel juga sudah lebih dari 4 kali. Khususnys Korsel, setelah menang atas Indonesia di kualifikasi 1986, sudah sembilan lali berturut-turut tampil di Piala Dunia.
Kita, sekali lagi, tanpa mengurangi rasa hormat, kagum, dan bangga, belum sekalipun tim senior bisa tampil di Piala Dunia. Kalau pun Bambang Nurdiansyah dan kawan-kawan pernah tampil di Piala Dunia Junior, 1979, Tokyo, itu ditunjuk AFC menggantikan Irak dan Korut.
Head to Head
Vs Jepang
Dari 15 kali pertemuan, baik di event resmi maupun tidak:
1. Tahun 1954 (Asian Games, Tokyo) 5-3
2. Tahun 1967 (AFC Asian Cup) 1-2
3. Tahun 1968 (Merdeka Tournament) 0-7
4. Tahun 1970 (Merdeka Tournament) 3-4
5. Tahun 1970 (Asian Games) 1-2
6. Tahun 1972 (Friendly Games) 1-0
7. Tahun 1975 (Merdeka Tournament) 1-4
8. Tahun 1976 (Merdeka Tournament) 0-6
9. Tahun 1978 (Merdeka Tournament) 2-1
10.Tahun 1978 (Japan Cup) 0-4
11.Tahun 1979 (Merdeka Tournament) 0-0
12.Tahun 1981 (Friendly Games) 2-0
13.Tahun 1981 (Merdeka Tournament) 0-2
14.Tahun 1989 (Pra Piala Dunia) 0-0
15.Tahun 1989 (Pra Piala Dunia) 0-5
Vs Korsel
Sedikitnya 58 kali kita bertemu dengan Korsel, 7 kali kita menang, 8 draw, 43 kalah.
Kekalahan terbesar 1-7, 1974 di President Cup, 0-6, 1979 di Merdeka Tournament. Lima kali kalah 0-4.
Dua kali kita menang 3-0 masing-masing 1962 di Merdeka Tournament dan 1969 di turnamen yang sana. Kita juga pernah menang 5-2, 1972 di Jakarta Annyversary Cup.
Baca Juga: Prestasi Mandek, Manajemen Tangerang Hawks Coret Pemain Asing Andalannya
Sekali lagi, saya kira Anjas tidak sungguh-sungguh mengatakan hal itu. Kadang jika kita terlalu emosi, sering terlontar hal-hal di luar nalar.
Anjas adalah bintang tahun 1970-80an. Sayang, penaltinya saat laga penentuan menuju Olimpiade Montreal 1976, gagal. Padahal kita sudah unggul 4-3 dan unggul penendang.