Weisweiler adalah pelatih Jerman pertama yang mengambil alih kemudi Barcelona pada 1 Juli 1975 setelah sukses bersama Borussia Moenchengladbach.
Baca Juga: Shin Tae-yong Ingin Kirim Timnas Indonesia B ke ASEAN Cup 2024
Namun, di Barcelona, ia tidak meraih kesuksesan yang sama.
Weisweiler hanya memimpin dalam 40 pertandingan dengan catatan 22 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 12 kekalahan sebelum akhirnya digantikan oleh Laureano Ruiz sebelum musim 1975-1976 berakhir.
Kemudian, Udo Lattek datang ke Camp Nou pada musim 1981-1982 sebagai pelatih Jerman kedua dalam sejarah klub.
Baca Juga: Indonesia Peringkat 7 AVC Challenge Cup Usai Kalahkan Hong Kong
Di musim pertamanya, Lattek berhasil mempersembahkan Piala Winners UEFA kepada Barcelona, tetapi gagal meraih trofi lainnya, termasuk hanya finis di posisi kedua Liga Spanyol.
Ekspektasi yang tinggi pada musim keduanya tidak terpenuhi, dan Lattek pun digantikan oleh Cesar Menotti sebelum musim 1982-1983 berakhir.
Kini, Hansi Flick menjadi pelatih Jerman ketiga yang diberi kepercayaan untuk memimpin Barcelona.
Flick dikenal memiliki rekam jejak yang mengesankan setelah sukses bersama tim nasional Jerman dan Bayern Munich.
Di Bayern Munich, Flick berhasil memenangkan sejumlah trofi bergengsi, termasuk Liga Champions UEFA.
Dengan pengalaman dan keahliannya, Barcelona berharap Flick dapat membawa klub kembali ke puncak kejayaan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Prediksi 4 Tim yang Lolos Semifinal ASEAN Cup 2024, Timnas Indonesia Sudah Pasti
Langkah Barcelona menunjuk Flick juga menunjukkan keseriusan klub untuk melakukan perubahan signifikan dalam strategi dan pendekatan permainan.