Beberapa dari mereka menggunakan media sosial untuk mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap BVB yang menjalin kerjasama dengan produsen senjata.
Baca Juga: LALIGA Jadi Merek Hiburan Terbaik Spanyol dan Peringkat Kesembilan di Brand Finance 2023
Menurut laporan dari The New York Times, beberapa komentator melihat kemitraan ini sebagai simbol dari normalisasi militer yang semakin meningkat dalam kehidupan publik Jerman.
Etika perjanjian semacam ini juga dipertanyakan, terutama mengingat berbagai konflik yang sedang berlangsung di dunia seperti di Ukraina dan Timur Tengah.
Namun, ada juga yang membela kerjasama ini dengan menekankan pentingnya pertahanan nasional dan industri yang menyertainya.
Baca Juga: Link Live Streaming Timnas U-20 Indonesia Vs Ukraina: Awal Perjuangan di Toulon Cup 2024
Mereka juga mencatat bahwa Rheinmetall telah memasok senjata dan peralatan ke Ukraina selama invasi Rusia ke negara tersebut.
Ketua Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, menjelaskan bahwa keamanan dan pertahanan adalah landasan fundamental dari demokrasi.
"Keamanan dan pertahanan adalah landasan fundamental dari demokrasi kita," ucap Watzke.
Baca Juga: Indonesia Open 2024: Dejan/Gloria Revans atas Wakil Chinese Taipei
"Itulah mengapa kami percaya bahwa ini adalah keputusan yang tepat untuk melihat lebih dekat bagaimana kami melindungi landasan-landasan ini."
"Terutama hari ini, ketika kita melihat setiap hari bagaimana kebebasan harus dipertahankan di Eropa. Kita harus menghadapi normalitas baru ini."
"Kami menantikan kemitraan dengan Rheinmetall dan, sebagai Borussia Dortmund, secara sadar membuka diri untuk berdialog," lanjutnya.
Baca Juga: Cabor Atletik Sumbang Tiga Medali untuk Indonesia di ASEAN Schools Games 2024