SportlinkNews - Laga Pelita Jaya Jakarta kontra Kesatria Bengawan Solo menjadi laga yang tidak mengenakan bagi tim Solo ini.
Pelita Jaya sukses menggagalkan ambisi 16 kemenangan beruntun Kesatria Bengawan Solo, meski dengan pertaruhan yang tidak sedikit.
Pelita Jaya sempat struggle di awal laga lantaran tim Jakarta ini tidak bermain sesuai ciri khasnya.
Baca Juga: Asa Satria Muda Pertamina Kembali Memanas Usai Hentikan Perlawanan Borneo Hornbills
Head coach Pelita Jaya Johannis Winar menyebut Pelita Jaya terlalu banyak menahan bola. Malah justru inilah yang diinginkan lawan, dan hampir saja membuat Pelita Jaya kehilangan ciri khasnya.
"Pemain terlalu banyak menahan bola. KBS mau kami bermain 1-on-1, dan dengan tempo lambat," ujar Coach Ahang, panggilan akrabnya.
"Di babak pertama kami tidak bermain dengan strategi offense seperti seharusnya kami lakukan. Kami juga bermain dengan tempo mereka di babak pertama," jelasnya.
Baca Juga: Pengundian FIBA BCL Asia 2024: Pelita Jaya Masuk Grup B
Tetapi Pelita Jaya akhirnya berubah, dan bermain sesuai tempo yang mereka inginkan. Pelita Jaya juga membagi bola dengan baik.
Hasilnya, mereka mencetak 31 poin di kuarter ketiga, yang menjadi kunci kemenangan atas Kesatria, 88-69. Pelita Jaya juga melakukan serangan cepat yang mengejutkan Kesatria.
"Kami tidak melihat kelemahan lawan. Bagaimana mereka bermain, tapi kami lebih fokus dengan apa yang bisa kami kontrol," imbuh Coach Ahang.
Baca Juga: Penderitaan Pacific Berakhir, Tundukkan Satya Wacana yang Bermain Tanpa Pebasket Andalannya
Sementara itu Head Coach Kesatria Bengawan Solo, Efri Meldi mengatakan dirinya menginginkan revans dari Pelita Jaya.
Kekalahan ini memang tidak bisa diterima oleh coach Meldi. Dia yakin sebenarnya para pemain Kesatria bisa mengimbangi Pelita Jaya.
Artikel Terkait
Cristiano Ronaldo Bantu Al Nassr Dapatkan Pemain Bintang, Ingin Ajak 2 Mantan Rekannya di Real Madrid
Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann Tak Masuk Skuad Olimpiade Paris 2024
5 Legenda Italia Nomor 10 Berkumpul di Kamp Pelatihan Azzurri Jelang Euro 2024
Dulang Medali Emas Pertama, Arya Pecahkan Rekor ASEAN Schools Games