sepak-bola

Catatan Sepak Bola Euro 2024: Mereka Bukan Orang Asli Jerman dan Spanyol

Rabu, 3 Juli 2024 | 11:11 WIB
Jamal Musiala melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua Jerman. (dw)

Jerman
Jamal Musiala, gelandang menyerang, lahir, 26 Februari 2003. Ayahnya berdarah Yoruba, Nigeria-Togo, berkebangsaan Inggris. Ibunya Jerman keturunan Polandia. Kulitnya meski tidak terlampau hitam, tapi kental betul Afrikanya.

Musiala melewati masa kecil di Inggris. Ia masuk dan lulus dari Akademi Sepak Bola Chelsea. Ia juga pernah bermimpi ingin membela the Three Lions sebelum akhirnya pindah ke Jerman.

Sebelumnya, Musiala sempat memperkuat tim nasional Inggris untuk kelompok umur sebelum akhirnya bebar-benar berikrar untuk membela Jerman. Di samping itu, federasi sepak bola Nigeria juga pernah memanggilnya untuk bergabung, tapi ia menolaknya.

Baca Juga: Tren yang Muncul dalam Teknologi Olahraga Mengubah Permainan

Musiala mulai masuk radar KNVB sejak 2020. Usianya baru 18 ketika ia dipanggil untuk memperkuat Panzer, timnas Jerman di Piala Eropa senior. Puncaknya ia ikut tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar. Musiala menjadi anak muda pertama (19 tahun 270 hari/ wikipedia) yang main di putaran final pesta bola sejagad.

Sinarnya makin terang saat tampil di Piala Eropa 2024. Dia mencetak gol perdananya di menit-19, saat Jerman menang 5-1 atas Skotlandia.

Gol keduanya di menit 22, ketika Jerman menekuk Hungaria 2-0 di babak grup A. Gol terakhir, saat Panzer menggilas Denmark di 16 besar. Jerman unggul 2-0, Musiala mencetak gol ketiganya di menit 68.

Baca Juga: PUMA Meluncurkan Sepatu Ultra 5 Carbon Bahan yang Digunakan Mercedes F1

Selain Musiala, ada Antonio Rudiger, bek tengah berdarah Sierra Leone, yang kini bermain untuk Real Madrid. Jonathan Tah, pemain Bayern Leverkusen yang berusia 28. Meski lahir di Hamburg, ayahnya asli imigran dari Pantai Gading. Meski ibunya orang Jerman, darah dan fisik sang ayah yang melekat di Tah.

Bahkan kapten timnas Jerman saat ini diisi oleh pemain asal Turki (atah dan ibumya), Iikay Guendogan yang saat ini bermain untuk FC Barcelona. Iikay tampaknya mengikuti jejak Mesut Ozil, orang Turki pettama yang membela Jerman.

Spanyol
Namanya Nicholas Nico William Arthuer, posisi gelandang menyerang tim Matador. Usianya baru 21 tahun, saat ini menjadi tulang punggung Athletico Bilbao. Meski lahir di Pamplona, Spanyol, tetapi dari yang mengalir di tubuh pemain dengan tinggi 181 cm itu Suriname-Afrika.

Nico ikut menyumbangkan gol ke-3 di gawang Georgia, saat timnas Spanyol menang 4-1 di babak 16 besar.

Penampilannya sangat atraktif dan dengan model rambut seperti gimbal di kepang banyak seperti kebanyak anak-anak Afrika, Nico newarnai tim Spanyol dengan luar biasa.

Baca Juga: Ini Ujian buat Kieran Trippier, Bukan Soal Penampilannya Bersama Inggris di Euro 2024 tapi Masalah Istrinya

Lalu ada lagi Lamanie Yamal, gelandang sayap andalan Barcelona yang juga dijadikan andalan tim Matador. Seperti Nico, lahir di Matro, Spanyol, tetapi sama sekali tidak memiliki darah Spanyol. Ayahnya dari Maroko, ibunya asli warga Republik Guine Khatulistiwa, di Pantai Barat Afrika Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB