Kedua pemain ini sempat menjadi sorotan publik Indonesia karena keterlibatan mereka di timnas U-19.
Baca Juga: Sah! Fadil Imran Jadi Ketua Umum PBSI yang Baru, Bawa Tiga Misi Penting
Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa rencana naturalisasi Mauresmo Hinoke mengalami kendala.
Menurut pernyataan salah satu komentator sepak bola Indonesia, Bung Binder, yang disampaikan di kanal YouTubenya, Hinoke diduga tidak dapat dinaturalisasi karena memiliki garis keturunan Indonesia yang terlalu jauh, yakni keempat atau kelima.
Menurut regulasi FIFA, seorang pemain hanya dapat dinaturalisasi jika memiliki garis keturunan hingga maksimal generasi ketiga (kakek-nenek).
Baca Juga: PSS Sleman Boyong 20 Pemain Terbaiknya Hadapi Persebaya di Laga Pertama Liga 1
Bung Binder menyatakan bahwa informasi ini masih belum pasti dan proses naturalisasi Hinoke masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan Indra Sjafri, pelatih yang terlibat dalam proses rekomendasi naturalisasi pemain untuk timnas U-20 Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa ada beberapa pemain keturunan yang direkomendasikan, namun terdapat hambatan dalam proses tersebut.
Baca Juga: PSM Waspadai Ramadhan Sananta, Milomir Seslija: PSM Tim yang Bagus dan Memiliki Kecepatan
Indra Sjafri juga menegaskan bahwa pihaknya harus tetap mematuhi regulasi yang berlaku.
Dengan hasil pertandingan ini dan situasi terkait naturalisasi, masa depan kedua pemain ini masih dinantikan oleh para pendukung sepak bola Indonesia.
Mauresmo Hinoke dan Tim Geypens, yang kini telah mendapatkan pengalaman berharga di kancah sepak bola Eropa, diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi klub mereka, serta menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda Indonesia lainnya.***