Salah satu bukti kuat yang diungkap oleh Satgas adalah kejanggalan-kejanggalan yang terjadi selama pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC pada babak delapan besar Liga 2 tahun 2018.
Dalam laga tersebut, beberapa insiden kontroversial terjadi, seperti gol dari pemain Madura FC, Usman Pribadi, yang dianulir oleh wasit karena dianggap offside, meskipun rekaman ulang menunjukkan bahwa posisi Usman masih onside saat menerima bola.
Selain itu, wasit utama pertandingan, M. Reza Pahlevi, harus digantikan oleh wasit cadangan, Agung Setiawan, di tengah laga akibat cedera, yang juga menimbulkan tanda tanya.
Gol penentu kemenangan PSS Sleman pada menit ke-81, yang dihasilkan dari bunuh diri bek Madura FC, Muhammad Choirul Rifan, juga diwarnai oleh keputusan kontroversial karena adanya posisi offside yang tidak dianulir oleh wasit.
Baca Juga: Barcelona Saingi Real Madrid, Trent Alexander di Simpang Pilihan
Dengan hukuman yang diberikan, PSS Sleman harus memulai musim kompetisi 2024-2025 dengan posisi yang sangat sulit.
Pada pekan pertama, mereka sudah menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya dengan skor 0-1, dan dengan pengurangan tiga poin ini, PSS Sleman berada di posisi paling bawah klasemen dengan nilai minus tiga.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub lain agar selalu menjunjung tinggi sportivitas dan integritas dalam setiap pertandingan.***