Jika formasi ini gagal dan AC Milan kembali kalah, bukan hanya rekor derbi yang akan ternoda, tetapi juga masa depan Fonseca di kursi pelatih AC Milan.
Tekanan semakin meningkat, terutama mengingat harapan besar dari suporter dan manajemen klub untuk segera bangkit dari performa buruk di awal musim.
Baca Juga: Sepuluh Besar Ranking FIFA, Mayoritas Didominasi Timnas Eropa
Namun, di sisi lain, Fonseca juga mungkin melihat ini sebagai kesempatan terakhirnya untuk membawa perubahan besar dan mengejutkan Inter Milan dengan taktik yang tidak biasa.
Dengan memainkan Tammy Abraham, dia berharap pemain asal Inggris tersebut dapat memberikan dampak besar yang selama ini diharapkan oleh klub.
Langkah nekat Paulo Fonseca ini bisa membawa dua hasil yang sangat berbeda. Jika berhasil, Fonseca bisa menyelamatkan pekerjaannya sekaligus mengakhiri rentetan kekalahan AC Milan di Derby della Madonnina.
Baca Juga: Erick Thohir: PSSI Keluarkan Anggaran Rp36 Miliar untuk Sepak Bola Putri
Namun, jika strategi kamikaze ini gagal, hasilnya bisa menjadi bencana, baik untuk karier Fonseca di AC Milan maupun posisi klub di kompetisi musim ini.
Pertandingan melawan Inter Milan bukan sekadar derbi biasa bagi Fonseca.
Ini adalah pertaruhan besar yang bisa menentukan nasibnya sebagai pelatih AC Milan, serta bagaimana kiprah klub dalam sisa musim Serie A 2024-2025.***