Salah satu kunci keberhasilan mereka adalah perubahan formasi yang dilakukan Fonseca menjadi 4-4-2.
Baca Juga: Pelatih FC Twente Tetap Puji Thom Haye meski Almere City Takluk 0-5
Tetapi, kemenangan ini juga dipengaruhi oleh pendekatan psikologis unik yang dilakukan Fonseca sebelum pertandingan.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Fonseca memberikan pesan motivasi berupa satu kata yang ditulis dalam delapan bahasa berbeda kepada setiap pemainnya di ruang ganti.
Kata tersebut adalah "keberanian". Kata ini ditempatkan di atas bangku masing-masing pemain dengan versi bahasa yang sesuai dengan bahasa ibu mereka.
Baca Juga: Juara di Misano Ducati Kemas 100 Kemenangan Spektakuler Sejak 2003
Untuk pemain-pemain berbahasa Inggris seperti Fikayo Tomori, Tammy Abraham, Yunus Musah, Ruben Loftus-Cheek, Samuel Chukwueze, dan Christian Pulisic, tertulis kata "Courage".
Kebetulan, "Courage" juga sama dalam bahasa Prancis, yang diberikan kepada Mike Maignan, Theo Hernandez, dan Youssouf Fofana.
Bagi pemain Italia seperti Matteo Gabbia dan Filippo Terracciano, diberikan kata "Corragio", sementara pemain berbahasa Spanyol seperti Alvaro Morata dan Alex Jimenez mendapatkan kata "Coraje".
Baca Juga: Virgil van Dijk Ingatkan Darwin Nunez untuk Fokus dan Jaga Konsistensi di Liverpool
Untuk Strahinja Pavlovic dan Luka Jovic, Fonseca menulis kata "xраброст" dalam bahasa Serbia.
Pemain Jerman, Noah Okafor dan Malick Thiaw, mendapatkan kata "Mut", sementara gelandang Belanda keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, menerima kata "Dapperheid".
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Paulo Fonseca, yang sebelumnya sempat diisukan akan dipecat jika AC Milan kalah dalam laga derbi ini.
Selain berhasil mempertahankan posisinya sebagai pelatih, kemenangan ini juga menunjukkan bahwa Fonseca mampu membangun kembali semangat dan kesatuan tim di tengah krisis yang melanda.
Kini, AC Milan berharap untuk terus melanjutkan tren positif ini di laga-laga berikutnya.***