Sesaat setelah dilantik kembali menjadi Menpora, ia langsung melakukan koordinasi dengan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Hukum dan HAM yang juga baru saja dilantik pada hari yang sama.
Baca Juga: WONDR by BNI Indonesia International Challenge 2024: Surabaya Kembali Jadi Tuan Rumah
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan dalam proses naturalisasi Kevin Diks.
Dalam keterangannya kepada media, Dito mengungkapkan bahwa ia telah bertemu dengan Yusril di Istana Negara untuk membahas langkah-langkah yang perlu diambil.
"Baru dilantik, saya langsung koordinasi dengan Pak Menteri Hukum dan HAM yang baru dilantik hari ini," ujar Dito saat ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Christian Benteke Kalahkan Lionel Messi Jadi Top Scorer MLS 2024
Dito juga menegaskan bahwa semua persyaratan yang dibutuhkan untuk naturalisasi Kevin Diks akan segera dikirimkan, dengan harapan proses ini dapat berjalan cepat dan Kevin bisa segera membela Timnas Indonesia.
"Kami akan segera mengirimkan segala kebutuhan dan berkoordinasi lebih lanjut," tambahnya.
Kevin Diks sendiri memiliki darah keturunan Indonesia dari ibunya, Natasja Diks-Bakarbessy, yang berasal dari Desa Waai, Kecamatan Salahulu, Pulau Ambon, Maluku Tengah.
Baca Juga: Pujian Arne Slot untuk Curtis Jones: Pahlawan Kemenangan Liverpool atas Chelsea
Natasja pindah ke Belanda setelah menikah dan membesarkan Kevin serta saudara-saudaranya di sana.
Meskipun lahir dan besar di Belanda, Kevin tetap memiliki keterikatan kuat dengan tanah kelahiran ibunya.
Kini, di usia 28 tahun, Kevin Diks bermain untuk klub Liga Belgia, FC Copenhagen, setelah sebelumnya sempat merasakan kompetisi di Liga Italia bersama Fiorentina dan Empoli, serta bermain di UEFA Conference League.
Diharapkan, dengan kehadiran Kevin di Timnas Indonesia, kekuatan tim nasional akan semakin solid dalam menghadapi berbagai turnamen internasional, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Proses naturalisasi ini merupakan salah satu bagian penting dari upaya pemerintah dan PSSI dalam meningkatkan kualitas dan daya saing Timnas Indonesia di kancah internasional.***