“Ini adalah pertandingan yang sebenarnya bisa memberi kami tiga poin penuh sebanyak dua kali,” ujar Verdonk saat diwawancarai oleh Forza NEC.
Baca Juga: Jay Idzes Hadapi Bulan Sulit Bersama Timnas Indonesia dan Venezia di Oktober 2024
“Namun, kami tidak memperkirakan hasil seperti itu. Di laga melawan Bahrain, kami bermain sangat buruk. Selain itu, wasit di sana juga tidak bagus,” lanjutnya.
Menurut Verdonk, waktu tambahan yang diberikan seharusnya enam menit, tetapi gol penyeimbang dari Bahrain justru tercipta pada menit ke-99.
“Sepertinya wasit membiarkan permainan berlanjut hingga mereka mencetak gol,” ungkapnya.
Baca Juga: WONDR by BNI Indonesia International Challenge 2024: Surabaya Kembali Jadi Tuan Rumah
Meski begitu, Verdonk juga tidak menampik bahwa timnya tidak bermain dengan baik sepanjang pertandingan tersebut.
Kekecewaan Calvin Verdonk berlanjut di laga melawan China. Ia mengaku terkejut dengan kekalahan yang diderita Timnas Indonesia setelah tertinggal dua gol di babak kedua.
Verdonk juga mengungkapkan rasa herannya terhadap kebiasaan pemain China yang sering membuang-buang waktu untuk mempertahankan keunggulan di kandang mereka.
Baca Juga: Christian Benteke Kalahkan Lionel Messi Jadi Top Scorer MLS 2024
“Kami diunggulkan saat melawan China, tapi kami tertinggal cepat di babak pertama,” kata Verdonk.
“Dalam situasi seperti itu, sulit sekali untuk bangkit setelah tertinggal. Negara-negara ini cenderung membuang-buang waktu ketika mereka unggul."
"Kiper mereka, misalnya, terus-terusan mengeluhkan cedera tulang rusuk dan tergeletak di lapangan sepanjang waktu,” tambahnya.
Baca Juga: Pujian Arne Slot untuk Curtis Jones: Pahlawan Kemenangan Liverpool atas Chelsea
Verdonk juga menyebut bahwa strategi mengulur waktu ini sudah dilakukan oleh China sejak skor masih 0-0.