SportlinkNews - Lionel Messi, sosok ikonik dalam dunia sepak bola modern, memiliki daya tarik yang tak terbantahkan.
Kehadirannya di lapangan bukan hanya menciptakan aura yang berbeda, tetapi juga mampu membuat kapten tim seperti DeAndre Yedlin, bek Inter Miami, merasa perlu memberikan penghormatan khusus bahkan sebelum Messi melakukan debut di Major League Soccer (MLS) bersama klub tersebut.
Messi dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, dengan deretan prestasi yang mengesankan.
Baca Juga: Presiden FIFA Puji Kontribusi Hyundai Motor Group pada Sepak Bola Dunia
Ia berhasil memenangkan delapan penghargaan Ballon d'Or, sebuah capaian yang menempatkannya sebagai peraih trofi Ballon d'Or terbanyak dalam sejarah sepak bola.
Selain itu, Messi juga berhasil membawa Barcelona meraih empat gelar Liga Champions, serta mencapai puncak karier bersama tim nasional Argentina dengan memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Prestasi ini, selain membuktikan kemampuan teknisnya di lapangan, juga membuat Messi memiliki kharisma yang begitu kuat di kalangan rekan dan lawannya.
Baca Juga: FIFA Tunjuk Hisense Jadi Mitra Resmi Turnamen FIFA Club World Cup 2025
Dampak kharisma ini dirasakan oleh Yedlin, mantan rekan setimnya di Inter Miami, yang menceritakan momen berkesan ketika pertama kali berada satu tim dengan Messi.
Yedlin berbagi pengalaman tersebut dalam sebuah wawancara yang dikutip dari FourFourTwo.
Pada pertandingan debut Messi di MLS pada musim 2023, ia baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-60.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bakal Mendapat Tambahan 3 Pemain Naturalisasi Lagi, Komisi X DPR RI Ketuk Palu
Saat itu, Yedlin, yang merupakan kapten Inter Miami, merasa terpanggil untuk memberikan ban kapten kepada Messi sebagai bentuk penghormatan.
Menurut Yedlin, tidak pantas baginya mengenakan ban kapten saat pemain sekelas Messi berada di lapangan bersamanya.