Tolak Label Jago Kandang. Sumardji Tegaskan Timnas Indonesia Sudah Berbeda

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:45 WIB
Euforia para pemain Timnas Indonesia menyambut kemenangan atas Mozambik pada uji coba internaisonal kedua, 9 Juni lalu di SUGBK, Jakarta.
Euforia para pemain Timnas Indonesia menyambut kemenangan atas Mozambik pada uji coba internaisonal kedua, 9 Juni lalu di SUGBK, Jakarta.

SportlinkNews - Badan Tim Nasional (BTN) menyatakan keyakinan tinggi terhadap transformasi positif yang sedang dialami oleh skuad Garuda saat ini. Performa pasukan Merah Putih di kancah internasional akan menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan.

Ketua BTN sumardji, secara terbuka menyuarakan bantahannya terhadap stigma negatif yang sering dialamatkan kepada Timnas Indonesia. Ia menilai anggapan skuad Garua hanya kuat saat bermain di hadapan publik sendiri sudah tidak lagi relevan.

"Timnas kita ini sudah berbeda. Kalau ditanya ngomong kita jago kandang, ya saya tidak sependapat. Karena jujur saja sekarang ini kan kita sudah mulai berbenah dan menunjukkan progres yang baik," ujar Sumardji.

Baca Juga: Toto Wolff Menarik Perhatian dengan Muncul di Silverstone Bersama Mercedes-Benz 300 SL Gullwing Klasik

Pernyataan tegas tersebut sekaligus menjadi sinyal kesiapan penuh dari seluruh elemen tim menjelang turnamen regional mendatang. Agenda terdekat yang menjadi fokus utama adalah turnamen sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara, Piala AFF yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.

Demi meraih hasil maksimal, internal PSSI dan jajaran staf kepelatihan asing terus mematangkan strategi. Sumardji memastikan tidak ada waktu yang terbuang dalam menyusun program kerja harian.

"BTN dengan tim kepelatihan dengan John Herdman intens (berkoordinasi). Kebetulan sekarang ini pun kami itu satu ruangan. Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan untuk mendukung perencanaan Timnas, terutama di (Piala AFF) ini, intens setiap hari dilakukan," ucapnya.

Baca Juga: Inter Milan Mulai Negosiasi dengan Union Saint-Gilloise untuk Datangkan Anan Khalaily

Sinergi yang erat di dalam ruang kerja tersebut diharapkan mampu memotong jalur birokrasi dan mempercepat pengambilan keputusan teknis. Kolaborasi intensif ini mencakup penyusunan jadwal pemusatan latihan hingga analisis mendalam terhadap calon lawan.

"Jadi kalau ditanya soal kesiapan, persiapan, perencanaan, dan semuanya, selalu kami bersama dan itu sudah kami jalankan. Tinggalkita lihat hasilnya," ujarnya.

Langkah strategis ini juga diiringi dengan pembedahan rapor penampilan tim nasional dari turnamen-turnamen pada edisi sebelumnya. Indonesia tercatat memegang rekor yang cukup unik dengan mengoleksi enam gelar juara kedua sepanjang sejarah kompetisi ini.

Baca Juga: Daftar Tim dan Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Kegagalan di partai puncak pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020 menjadi bahan pelajaran berharga. Evaluasi mendalam kini difokuskan pada aspek nonteknis yang sering menjadi batu sandungan di momen krusial.

"Kalau ditanya evaluasinya dari sekian tahun kita tidak pernah bisa menjuarai, ya banyak. Salah satu evaluasi yang utama adalah bagaimana membangun karakter mental para pemain kita. Ini penting," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X