Selain itu, Timnas Indonesia juga memastikan tempat di putaran final Piala Asia di berbagai kelompok usia, termasuk U-23, yang hampir membawa Indonesia ke Olimpiade setelah berhasil finis di posisi keempat pada Piala Asia U-23 2024.
Baca Juga: Paul Pogba Sebut Perdebatan Messi Vs Ronaldo Hanya Omong Kosong: Mereka Saling Melengkapi
Keberhasilan ini tentunya memicu respon positif dari masyarakat Indonesia.
Selain menaikkan peringkat FIFA Timnas, dukungan publik terus meningkat.
Banyak masyarakat yang semakin bangga melihat perkembangan sepak bola tanah air, dan para pemain juga semakin merasa bangga dapat membela Timnas Indonesia.
Baca Juga: PSIS Semarang Semakin Terpuruk, Baru Cetak 5 Gol Sejak Liga 1 Bergulir
“Prestasi Timnas meningkat, peringkat FIFA juga naik,” ujar Arya.
“Antusiasme publik sangat bagus, menjadikan mereka idola, dan para pemain merasa bangga membela Merah Putih.”
Menurut Arya, lingkungan sepak bola Indonesia yang terus berkembang ini juga semakin menarik perhatian para pemain diaspora yang ingin bergabung.
Baca Juga: Lepas dari Zona Degradasi Bikin PSS Sleman Punya Tekad Kuat Naik Peringkat Liga 1
Lingkungan yang kondusif ini, lanjut Arya, juga bisa menjadi contoh bagi sektor-sektor lainnya di Indonesia untuk turut mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Arya juga menyoroti bahwa ekosistem diaspora yang dikembangkan PSSI bersama Erick Thohir berperan penting dalam menarik minat para pemain keturunan Indonesia di luar negeri.
"Ekosistem diaspora yang dibangun oleh Pak Erick ini bisa menjadi inspirasi bagi sektor-sektor lain untuk diikuti,” ujar Arya.
Baca Juga: Viktor Gyokeres: Monster Ciptaan Ruben Amorim yang Tampil Mengesankan di Liga Champions
Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia dijadwalkan akan berlaga kembali pada November 2024.