Penunjukan Kluivert oleh PSSI dianggap sebagai langkah strategis untuk mengangkat performa Timnas Indonesia.
Baca Juga: Sah Dikontrak 2 Tahun, Patrick Kluivert Gantikan Shin Tae-yong
Dengan pengalaman sebagai pemain kelas dunia di klub-klub besar seperti Ajax Amsterdam dan Barcelona, ia diharapkan mampu membawa dampak positif bagi Skuad Garuda.
Di sisi lain, perjalanan karier Kluivert sebagai pelatih masih belum terlalu mentereng.
Ia terakhir kali menjabat sebagai pelatih di Adana Demirspor, tetapi hanya bertahan selama enam bulan.
Baca Juga: Paul Merson: Cole Palmer Lebih Baik dari Mohamed Salah di Liga Inggris
Sebelumnya, ia sempat menjadi pelatih interim Timnas Curacao pada 2021 dalam kurun waktu yang juga singkat.
Namun, ada satu catatan kelam dalam perjalanan hidup Kluivert yang tak lepas dari perhatian publik.
Pada 2017, namanya sempat dikaitkan dengan kasus perjudian.
Baca Juga: Barcelona Incar Son Heung-min di Tengah Kisruh Finansial dan Dani Olmo
Dilansir dari Bleacher Report, ia disebut memiliki utang judi senilai satu juta euro kepada sebuah geng kriminal yang diselidiki atas pengaturan pertandingan.
Kluivert membantah terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut dan mengklaim bahwa dirinya adalah korban pemerasan.
Menurut laporan surat kabar Belanda De Volkskrant, utang tersebut terjadi saat ia menjadi pelatih tim cadangan FC Twente pada periode 2011-2012.
Baca Juga: Masa Depan Elkan Baggott di Ipswich Town Terancam Usai Kedatangan Ben Godfrey
Meski sebagian besar utang itu telah dilunasi, kasus ini tetap menjadi noda dalam rekam jejaknya.