Valuasi klub yang terus meningkat, mencapai 4 miliar poundsterling (sekitar Rp81 triliun) pada 2023, disebut menjadi salah satu alasan ketertarikan Musk.
Baca Juga: Persis Solo Bakal Diperkuat Bek Brasil di Putaran Kedua Liga 1 2024/2025
Namun, meskipun memiliki kekayaan mencapai 421,2 miliar dolar AS (sekitar Rp6,9 kuadriliun), kabar tersebut tetap dianggap lebih sebagai rumor belaka.
Ketertarikan Musk ini bahkan mendapat tanggapan dari ayahnya, Errol Musk.
Dalam wawancara dengan Times Radio, Errol mengakui adanya hubungan emosional keluarga mereka dengan Liverpool.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dipecat, Begini Reaksi Liga Indonesia
“Oh ya, dia memang ingin membelinya. Kami memiliki ikatan kuat dengan Liverpool karena neneknya Elon lahir di sana, dan kami punya kerabat di sana,” kata Errol.
Namun, Errol juga menegaskan bahwa meskipun keluarganya memiliki hubungan emosional dengan kota tersebut, hal itu tidak secara otomatis berarti Elon akan membeli Liverpool.
Menurutnya, keputusan besar seperti itu memerlukan pertimbangan yang matang.
Baca Juga: Persib Bertekad Bertahan di Puncak Klasemen Hingga Akhir Musim
Di sisi lain, FSG sebagai pemilik Liverpool hanya menanggapi rumor ini dengan santai.
Grup tersebut menegaskan tidak ada niat untuk melepas saham mayoritas mereka kepada pihak mana pun, termasuk Elon Musk.
Kendati demikian, FSG terbuka untuk pembelian saham minoritas, seperti yang terjadi pada September 2023 ketika perusahaan investasi Dynasty Equity membeli 1,9 hingga 3,8 persen saham Liverpool.
Dengan sikap tegas FSG, rumor tentang akuisisi Liverpool oleh Elon Musk tampaknya akan tetap menjadi perbincangan di kalangan penggemar sepak bola.
Namun, yang jelas, fokus utama Liverpool saat ini adalah melanjutkan performa gemilang mereka di bawah Arne Slot demi meraih gelar juara di berbagai kompetisi musim ini.***